Habiskan $30 Ribu Per Bulan untuk Wine, Aktor Johnny Depp Terancam Bangkrut

0
182

HOLLYWOOD, patas.id – Aktor papan atas Johnny Depp baru-baru ini melayangkan gugatan pada perusahaan manajemen The Management Group (TMG) atas dugaan salah urus keuangan dan menuntut kompensasi sebesar minimal $25 juta.

Namun hari Rabu (1 Februari 2017) kemarin, pihak TMG menuntut balik seraya mengajukan bukti-bukti mengenai gaya hidup Johnny Depp yang menurut mereka berlebihan dan di luar kemampuan finansialnya sendiri. Dengan kata lain, TMG menolak disalahkan atas menyusutnya kekayaan kliennya. Selain itu, TMG juga menuntut uang pembayaran sebesar $4,2 juta yang merupakan hak mereka yang konon belum dibayarkan oleh Johnny Depp.

Dari gugatan balik serta bukti-bukti yang disodorkan oleh TMG, terungkap bahwa aktor “The Pirates Of The Caribbean” tersebut menghabiskan sekitar $2 juta per bulan atau sekitar Rp 26 miliar per bulan untuk membiayai gaya hidupnya yang mewah. Johnny Depp yang ditaksir memiliki total kekayaan $400 juta (sekitar Rp 535 triliun) menghabiskan $30 ribu (atau Rp 401 juta) per bulan hanya untuk membeli wine/anggur saja.

TMG mengungkapkan bahwa sejauh ini, Depp telah menghabiskan $75 juta untuk membeli 14 rumah di berbagai negara, termasuk sebuah kastil di Perancis, membeli kapal pesiar mewah senilai $18 juta, membayar tunjangan perceraian sebesar $7 juta untuk mantan istrinya Amber Heard yang dicerai pertengahan Januari lalu, menghabiskan $4 juta untuk membangun bisnis rekaman yang akhirnya gagal, serta pernah menghabiskan biaya $3 juta untuk meluncurkan abu kremasi sahabatnya, penulis Hunter Thompson, melalui sebuah roket di pegunungan Aspen, Colorado.

Tak hanya itu saja. Menurut TMG, selain menghabiskan $30 ribu per bulan untuk wine, Depp juga menghabiskan $200 ribu per bulan untuk sewa jet pribadi, $150 ribu per bulan untuk pengawalan dan keamanan, serta $300 ribu per bulan untuk membayar 40 staf pribadi. Itu belum termasuk pajak, makanan, fashion, wisata, perawatan rumah, dan lain-lain. Berdasar laporan TMG, total pengeluaran yang harus dibayar Depp adalah sekitar $2 juta per bulan.

“Depp, dan hanya Depp, yang harus bertanggung jawab atas keterpurukan kondisi keuangannya saat ini. Dia menolak mengubah gaya hidup agar sesuai dengan kondisi keuangannya. Kami dari pihak manajemen dan penasehat keuangan sudah berusaha memperingatkan berulang kali, namun tak berhasil.”

Setiap kali diingatkan mengenai kondisi keuangannya, lanjut TMG, Depp selalu menyumpahi manajer keuangan dan memerintahkan mereka mencari cara untuk membayar segala kebutuhan dan gaya hidupnya.

Pada bulan Desember 2016, majalah keuangan Forbes menobatkan Johnny Depp sebagai aktor dengan nilai jual terburuk. Gelar tersebut juga disandang Depp tahun 2015. Buruknya nilai jual Depp disebabkan oleh film-film terakhirnya yang gagal di pasaran, misalnya “Mortdecai”, “Transcendence”, “The Lone Ranger”, serta “Alice Through the Looking Glass”. Satu-satunya film Johnny Depp yang dianggap berhasil adalah “Black Mass” produksi 2015 yang membuatnya dinominasikan penghargaan sebagai aktor terbaik meskipun film tersebut hanya meraup $99 juta dari biaya produksi $53 juta.

Akankah Johnny Depp bangkrut? Mungkin tidak, jika aktor berusia 54 tahun tersebut bersedia mengubah gaya hidupnya. Sang aktor juga dikabarkan telah melego beberapa propertinya di manca negara untuk mengamankan kondisi keuangannya. Tahun 2017, dengan rencana tayang film “Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales”, Depp diharapkan mampu mengembalikan nilai jualnya yang kian surut. (cho)

Comments

comments