Anton Charliyan Meminta Rizieq Kooperatif dan Tidak Membawa Massa

0
169

BANDUNG, patas.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat secara resmi telah menetapkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik.

Rizieq diduga terbukti melanggar Pasal 154 a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. Kasus tersebut mencuat ketika putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoutri melaporkan Rizieq pada Oktober 2016 lalu. Laporan yang dibuat di Bareskrim Mabes Polri tersebut dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

Sukmawati menganggap ceramah Rizieq yang menyebut, “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala” sebagai pelecehan terhadap ayahnya, Soekarno. Video berisi ceramah Rizieq di Gasibu Bandung tersebut sudah beredar sejak dua tahun lalu.

Kepada wartawan di Markas Polda Jawa Barat, Selasa (31 Januari 2017), Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jendral Anton Charliyan meminta Rizieq agar kooperatif dan tidak membawa massa saat diperiksa.

“Sebagai warga negara yang baik, nanti datang saja untuk pemeriksaan.”

Penetapan Rizieq sebagai tersangka berdasarkan hasil rangkaian gelar perkara tahap penyidikan yang dilakukan tim penyidik Ditreskrimum Polda Jabar. “Penyidik meningkatkan status Rizieq dari saksi terlapor menjadi tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Yusri Yunus melalui Detikcom, Senin (30 Januari 2017).

 

Sementara itu Pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Kapitra Ampera, mengungkapkan bahwa ceramah tersebut merupakan cara Rizieq menyampaikan pemikirannya, sesuai Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 tentang Kebebasan Berpendapat. “Kok ini bisa jadi dikriminalisasi?” tanya Kapita. Tim kuasa hukum, tambah Kapita, akan menguji alasan subjektif dan objektif terkait penetapan tersangka tersebut. (cho)

Comments

comments