Lebih dari 40 Kasus Gigitan Hewan Terjadi Setiap Tahun

0
165

CIANJUR, patas.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyatakan tingkat gigitan oleh hewan rabies cukup tinggi. Upaya penanganan penyakit melalui vaksin pun dilakukan supaya tak ada korban jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris, mengatakan lebih dari 40 kasus gigitan terjadi setiap tahunnya dan membuat pihak Dinkes bersiaga dengan sejumlah vaksin anti rabies. ”Memang tinggi, tapi tidak semua hewan atau manusia yang tergigit harus mendapatkan vaksinasi. Karena penggunaannya harus teliti supaya tepat sasaran.”

BACA: Gejala, Penularan, Serta Penanganan Rabies

Menurutnya, observasi kepada hewan terduga penular harus diakukan terlebih dahulu sebelum vaksin diberikan pada manusia. Ia menjelaskan, observasi terhadap hewan penggigit selama 10 sampai 14 hari akan menjadi pertimbangan pemberian vaksin pada manusia yang digigit.

”Kalau dalam jangka waktu observasi hewan penggigit tidak mati, artinya keduanya negative rabies. Jadi, manusia yang digigit hanya butuh antibiotik atau antiseptik saja.”

Observasi tersebut diakui berguna, mengingat kasus gigitan memang seringkali melibatkan hewan liar. Haris menambahkan, kemungkinan belum seluruh kera atau anjing mendapatkan vaksin dari dinas terkait. Namun, sejauh ini Cianjur dinilai aman dari rabies setelah kasus terbesar terjadi pada 2003 lalu. Saat itu, sebanyak 103 warga di Cidaun mendapatkan vaksin anti rabies karena satu orang positif meninggal dunia karena rabies.

”Saat ini, meskipun kasus gigitan banyak setiap tahunnya. Dipastikan seluruhnya negatif rabies,” ucap Agus.
Dinkes pun mengharapkan adanya gerakan cepat dari dinas terkait untuk terus menyisir wilayah dimana perkembangan hewan liar cukup marak. “Wilayah selatan Cianjur menjadi sebaran yang perlu diwaspadai sampai saat ini,” tuturnya. (isl)

Comments

comments