Duterte Anggap AS Membahayakan Stabilitas Asia

0
133

FILIPINA, patas.id – Presdiden Filipina Rodrigo Duterte menuduh Amerika Serikat (AS) membahayakan stabilitas Asia dengan membangun depot pasukan bersenjata permanen di negaranya. Duterte juga mengancam akan membatalkan perjanjian keamanan kedua negara.

Duterte tak menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap kehadiran pasukan bersenjata Amerika Serikat di negaranya. Washington dikabarkan membawa masuk membawa senjata dan membangun depot permanen di tiga provinsi Filipina. Menurut Duterte, hal tersebut mengancam kerjasama pertahanan yang terjalin di antara kedua negara.

“Mereka sedang menurun-nurunkan senjata di Filipina sekarang. Saya memberi peringatan pada pasukan bersenjata Amerika Serikat. Jangan lakukan, saya tak mengijinkan. Ketentuan dalam Perjanjian tidak menyebutkan adanya fasilitas permanen. Sedangkan depot adalah bangunan permanen untuk menyimpan pasukan dan senjata.”

Komentar Duterte muncul setelah Pentagon memberi lampu hijau bagi pembangunan gudang senjata, barak, dan landasan pacu di Filipina dengan dasar adanya perjanjian Enhanced Defence Cooperation Agreement (EDCA) tahun 2014 antara kedua sekutu lama, Flipina dan Amerika Serikat. Namun jika gudang senjata AS dibangun di Filipina, Duterte mengancam akan mempertimbangkan kembali perjanjian tersebut, bahkan jika terpakasa akan membatalkannya, mengingat pembangunan fasilitas keamanan harus berdasar perintah eksekutif negara bersangkutan.

Sebelumnya, Duterte juga menyesalkan tekanan yang diberikan AS pada Filipina terkait klaim Beijing atas Laut Cina Selatan. Alih-alih menurut, Duterte malah menjalin kerjasama dan mengamankan investasi Cina di Filipina. Menurutnya, Washington membahayakan stabilitas keamanan regional di Asia. Campur tangan AS terhadap kebijakan Filipina dianggap menempatkan Filipina dalam posisi “berbahaya” mengingat adanya ketegangan dalam hubungan AS dan Cina. (cho)

Comments

comments