Abdul Wahid Serukan Pemasangan Merah Putih di 1.000 Ponpes

0
182

CIANJUR, patas.id – Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cianjur, Abdul Wahid, menginstruksikan seluruh pondok pesantren dan majelis untuk mengibarkan bendera merah putih bertuliskan lafadz Lailahaillallah Muhammadurrosululloh.

Hal itu disampaikan Abdul Wahid dalam orasinya saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jumat (27 Januari 2017) sore. Menurutnya, pemasangan bendera lebih di seribu pondok pesantren merupakan reaksi kriminalisasi ulama yang dinilai mencoret dan melecehkan bendera merah putih bertuliskan kalimat tauhid tersebut.

‎”Jangan distorsi sejarah, sampaikan secara lengkap. Sebelum masa kemerdekaan di Indonesia ada Laskar Hisbullah, bendera merah putih pun bertuliskan lafadz Lailahaillallah Muhammadurrosululloh. Sekarang saat demo dituliskan lafadz tersebut malah disebut mencorat coret,” ujar Wahid usai aksi.

Menurutnya, jika menuliskan lafadz tersebt dinilai mencoret dan merendahkan bendera, maka sejumlah band yang menuliskan nama band dan logo lainnya di bendera merah putih harus ikut ditahan.

“Ini sudah jelas, sekecil apapun hal akan dibuat besar jika dilakukan ulama. Ada upaya kriminalisasi ulama dan memecah belah ulama. Makanya saya minta sema Ponpes memasang bendera bertuliskan Lailahaillallah Muhammadurrosululloh. Saya yang akan pasang badan kalau ada yang menggugat.”

Dia menambahkan, para santri dan ulama juga menolak jika disebut tidak Pancasilais atau tidak menjaga kesatuan NKRI. Menurutnya, Indonesia ada juga karena perjuangan para santri dan ulama, sehingga akan memegang teguh nilai kesatuan dan Pancasila.

“Kami cinta Pancasila dan kami cinta NKRI, semua tuduhan hanya berniat melemahkan Islam. Tapi itu tidak akan terjadi.”

Abdul Wahid menuturkan, selain mengerahkan massa, pihaknya menjalin komunikasi dengan Ormas dan LSM untuk turut membela Islam. “Kami semua sudah sepakat, khususnya warga Cianjur akan membela Islam sampai kapanpun an tetap menjaga kesatuan dan persatuan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments