Penjelasan Ketua RW Terkait Kondisi Iqbal dan Alfian

0
141

CIANJUR, patas.id – Informasi tentang Alfian mencuat beriringan dengan beredarnya foto Iqbal yang mengalami gangguan pada hatinya di media sosial facebook. Dalam keterangan foto yang beredar di beberapa grup Facebook tersebut, Iqbal dipaksa pulang lantaran orangtuanya tak mampu membayar biaya di rumah sakit. Fotonya pun sempat beberapa kali dibagikan oleh pengguna Facebook, khususnya yang berasal dari Cianjur.

Namun Ketua RW 07 Kelurahan Sayang, Enung Sumiati, mengatakan bahwa informasi yang ramai di media sosial itu tidak sepenuhnya benar, bahkan beberapa bagian bukan berdasarkan kondisi yang semestinya.

“Keduanya sejak awal, bahan sejak lahir diurus oleh kami selaku RW dan dipantau terus-menerus. Bahkan sudah ada penanganan medis. Baik Iqbal ataupun Alfian sudah ditangani. Jadi yang di media sosial itu tidak benar, apalagi sampai dipulangkan paksa dari RSUD Cianjur. Kami juga sudah mengetahui penyebar pertamanya, untuk diluruskan, jangan menyebarkan informasi yang setengah-setengah,” kata dia saat ditemui di RSUD Cianjur, Kamis (26 Januari 2017).

Enung menjelaskan bahwa Alfian bayi penderia gizi buruk tidak pernah menjalani perawatan di RSUD Cianjur selama setahun terakhir. Tetapi bukan lantaran biaya, melainkan karena kondisinya sudah dapat ditangani oleh tim Posyandu dan Puskesmas Cianjur. Bahkan bukan hanya Alfian, ada lima bayi lainnya yang mengalami kondisi yang sama namun sudah sembuh.

“Ada enam bayi yang gizi buruk, lima sudah sembuh setelah mendapatkan penanganan dari puskesmas dan posyandu. Mungkin karena kondisi lingkungan rumah Alfian kurang baik, jadinya tidak ada perkembangan. Dan memang rencananya akan dibawa ke rumah sakit supaya dapat penanganan lebih baik agar cepat sembuh. Jadi ada yang perlu diluruskan, Alfian ini tidak dibawa ke RSUD karena sudah bisa ditangani di Puskesmas. Namun karena masih belum ada perkembangan, akhirnya diberi rujukan ke RSUD untuk sekarang.”

Sementara itu, Iqbal yang menderita gangguan hati sudah mendapatkan penanganan medis. Menurut Enung, sejak lahir dia sudah dirawat di RSUD Cianjur karena memiliki kelainan pada hatinya. Iqbal pun mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS Hasan Sadikin, Bandung selama 40 hari. Sayangnya, orangtua Iqbal memilih untuk pulang lantaran tidak ada lagi ongkos untuk makan dan minum di rumah sakit. Selain itu, tiga anaknya yang lain tidak ada yang menunggui di rumah.

“Jadi orangtuanya minta pulang kepada pihak rumah sakit, apalagi melihat kondisi Iqbal membaik meskipun harus diperiksa secara rutin. Setelah itupun belum pernah lagi ke rumah sakit, apalagi ke RSUD Cianjur. Jadi tidak ada yang namanya dipulangkan secara paksa, dan Iqbal juga sudah diusahakan pengobatanannya sampai dibuatkan BPJS oleh kami.”

BACA: Iqbal Penderita Kelainan Hati Dapat Perhatian dari Bupati

Meskipun informasi yang disebar bisa mendapatkan respon positif dengan mendatangkan dermawan, lanjut dia, penyebarnya harus terlebih menanyakan pada sumber aslinya, bukan menyebarkan informasi mentah. “Dampaknya ada pandangan negatif. Makanya harus benar-benar dikonfirmasi sebelum menyebarkan informasi,” tutur Enung. (isl)

Comments

comments