Jembatan Gobang Amblas Akibat Hujan Deras

0
213

SUKABUMI, patas.id – Jembatan penghubung Kecamatan Ciambar dan Parungkuda di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, amblas, Selasa (24 Januari 2017) petang. Jembatan tresebut berlokasi di di Kampung Babakanpeundeuy RT 001/001 Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda dan Kampung Babakangobang RT 003/005 Desa Cibunarjaya Kecamatan Ciambar. Akibat amblas, akses transportasi dan aktivitas warga khususnya di Kecamatan Ciambar jadi tersendat.

Berdasarkan informasi, amblesnya Jembatan Gobang yang dibangun tahun 1965 itu terjadi saat hujan deras. Penyebab utamanya karena tanah penahan jembatan dan fondasi sudah tak kuat lagi menahan hempasan air di aliran sungai dengan volume besar. Awalnya amblesan jembatan hanya sedikit. Tapi karena arus air terus menggerus tanah penahan dan pondasi, akhirnya jembatan yang panjangnya sekitar 20 meter, tinggi 15 meter, dan lebar 5 meter itu pun ambles.

“Ditambah lagi usianya sudah tua. Berdasarkan keterangan, jembatan itu sempat diperbaiki pada 2013 lalu. Tapi mungkin karena debit air di aliran sungai terus-terusan meluap karena intensitas curah tinggi, tanah penahan dan fondasinya jadi tergerus,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, di Sukabumi, Rabu (25 Januari 2017).

Dampak paling besar dirasakan warga Kecamatan Ciambar. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses utama menuju ke wilayah jalur utama melalui Kecamatan Parungkuda. “Kalau jumlah jiwanya kita belum menghitung secara keseluruhan. Yang pasti, dampak besarnya dirasakan seluruh warga di seluruh desa di Kecamatan Ciambar,” jelas Usman. Semua kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, untuk sementara tak bisa melintasi jembatan. Jika ingin menuju ke jalur utama, warga bisa melintasi jalur lain melalui Kecamatan Nagrak.

“Kalau disebut terisolasi atau lumpuh total sih tidak, karena masih ada jalur lain ke Kecamatan Nagrak. Hanya saja jaraknya lebih jauh karena harus memutar.”

Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa, penghuni dua rumah yang lokasinya berdekatan dengan jembatan diungsikan sementara ke tempat lebih aman. Pasalnya, tanah penahan jembatan terus tergerus. “Tanah di bawah bangunan rumah itu sudah kosong karena tergerus aliran sungai. Sekarang penghuninya kita ungsikan,” sebut Usman.

Usman menambahkan, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum sudah mengecek ke lokasi untuk mengkaji langkah yang akan dilakukan. Untuk sementara, kemungkinan akan dibangun jembatan darurat.

“Tadinya jembatan darurat akan menggunakan pohon kelapa. Tapi kemungkinan tidak bisa karena tidak akan kuat. Nanti akan diganti dengan kayu ditambah penahan dari besi dan menggunakan bronjong serta batu. Panjangnya akan dibuat sekitar 12 meter,” bebernya. (daz)

Comments

comments