Benarkah Gunung Everest Menyusut?

0
181

INDIA, patas.id – Pemerintah India berencana mengukur ulang tinggi Gunung Everest untuk melihat apakah gunung tertinggi dunia tersebut menyusut atau tidak. Penyusutan tinggi gunung biasanya mungkin terjadi pada gunung yang pernah diguncang gempa.

Niat pemerintah India tersebut dipicu oleh dua alasan. Alasan pertama, citra satelit dari Badan Luar Angkasa Eropa (European Space Agency) menunjukkan adanya penyusutan tinggi gunung sebesar 2,5 sentimeter akibat terjadinya gempa tektonik sebesar 7,8 skala Richter pada 2015 lalu. Gempa bumi dahsyat tersebut mengakibatkan kurang lebih 9.000 jiwa melayang dan 3,5 juta jiwa mengungsi.

Alasan kedua, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Administrasi Survey, Pemetaan dan Geoinformasi Nasional Cina, terungkap bahwa Gunung  Everest telah bergeser sejauh 2,1 inci atau sekitar 3 sentimeter ke arah barat daya, baik secara vertikal maupun horizontal.

Satu dekade sebelum terjadinya gempa bumi 2015, Gunung Everest yang kaki-kakinya berada di wilayah Cina-Nepal-India, dilaporkan bergeser sejauh 40 sentimenter ke arah timur laut dengan laju pergeseran 4 sentimeter per tahun, serta bertambah tinggi 3 sentimeter. Namun pasca gempa, laporan penyusutan berdatangan dari hasil riset Cina dan citra satelit Eropa.

Menurut catatan resmi pemerintah India sendiri, tinggi Gunung Everest adalah 8.848 meter di atas permukaan laut. Catatan ini didapat hasil survey pemerintah India pada tahun 1955, tak lama setelah dua pendaki gunung Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil menjadi orang pertama yang mencapai puncak. Sementara catatan resmi pemerintah Cina mengenai tinggi gunung Everest adalah 8.844 meter. Hingga kini, belum ada catatan resmi versi pemerintah Nepal.

Kepala Direktorat Jenderal Survey India,  Swarna Subba Rao, mengatakan bahwa ekspedisi pengukuran India akan dilangsungkan dua bulan mendatang (Maret 2017). Jumlah peserta ekspedisi diperkirakan sebanyak 30 orang, terdiri dari ilmuwan dan tim survey. Sayangnya, ekspedisi tersebut hingga kini belum mendapat ijin dari pemerintah Nepal yang konon akan melakukan pengukuran sendiri. Namun, secara prinsipil, pemerintah kedua negara sepakat bahwa tinggi gunung Everest perlu diukur lagi. (cho)

 

Comments

comments