Penjual Coet Diberi Pekerjaan, Hutangnya Dilunasi

0
196

PURWAKARTA, patas.id – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengundang penjual cobek Tajudin (42 tahun), warga Kampung Pojok Desa Jaya Mekar Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat yang ditangkap di Tangerang Selatan dengan tuduhan mempekerjakan anak di bawah umur.

Akibat tuduhan itu, Tajudin terpaksa harus mendekam selama 9 bulan dibalik jeruji besi sambil menunggu proses hukum. Tajudin yang divonis bebas pada Pengadilan tingkat banding kini harap-harap cemas. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasusnya, mengajukan upaya hukum Kasasi ke Mahkamah Agung.

Di kediaman Dedi Mulyadi di Purwakarta, Selasa (24 Januari 2017), Tajudin diberi bantuan untuk melunasi hutangnya kepada pihak ketiga. Ia diketahui berhutang untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan akomodasi keluarganya selama beracara di Pengadilan Negeri Tangerang Selatan.

“Kami berikan bantuan untuk melunasi hutang dengan cara dicicil, Pak Tajudin pun kami pekerjakan di Kantor DPD Golkar Jawa Barat sebagai petugas kebersihan dengan gaji Rp 2,5 juta. Saat berjualan coet, penghasilannya Rp 750 ribu, lumayan bisa meningkat setiap bulannya.”

Tajudin sendiri mengaku masih mengalami trauma, bahkan sempat menolak saat dijemput oleh staf pribadi Ketua DPD Golkar Jabar itu. Ia mengaku khawatir akan dibawa ke Jakarta atau ke Tangerang Selatan akibat kasus yang sedang ia hadapi. “Nggak kenal sama orang yang jemput, saya takut sekali, saya kira bukan staf Kang Dedi, khawatir dibawa akibat kasus saya,” ujar Tajudin.

Setelah bertemu dengan Dedi dan mendapatkan bantuan, ia mengaku bersyukur dan berterima kasih. Nampak menahan tangis, Tajudin menyatakan kesiapannya untuk bekerja sebagai petugas kebersihan di Kantor DPD Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang Kota Bandung.

“Saya do’akan Kang Dedi agar selalu murah rezeki, bantuan beliau tidak terkira, warung saya dimodali lagi, saya pun diberi pekerjaan, saya siap menerima pekerjaan itu.”

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku mengikuti perkembangan kasus Tajudin melalui media online. Tajudin diketahui ditangkap karena mempekerjakan Cepi Nurjaman (14 tahun) dan Dendi Darmawan (15 tahun) yang notabene masih dibawah umur dan masih merupakan keponakannya sendiri. Ia dituduh memaksa kedua anak tersebut untuk menjual coet miliknya dengan setoran Rp 30 ribu per hari.

Setelah menjalani 24 kali sidang, Tajudin divonis bebas, namun Jaksa mengajukan Kasasi yang mengakibatkan proses hukum terhadap Tajudin terus berlanjut. (spo)

Comments

comments