Soft Robot, Perangkat Mekanoterapi Bagi Penderita Jantung

0
239

BOSTON, patas.id – Peneliti dari Universitas Harvard dan Rumah Sakit Anak Boston mengembangkan sebuah terobosan baru yang disebut perangkat “soft robot” bagi penderita penyakit jantung akut. Namun, tak seperti perangkat mekanis lainnya yang dimasukkan ke dalam jantung, soft robot dirancang membungkus jantung serta melakukan gerakan memelintir dan memompa untuk membantu fungsi kardio.

“Dengan alat ini, jantung pasien setidaknya masih memiliki satu fungsi, yakni memompa darah. Kedepannya, soft robot diharapkan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dokter bedah jantung terkemuka, Frank Pigula, yang termasuk ke dalam jajaran tim peneliti.

Soft robot yang terbuat dari lapisan silikon tipis ini dipasangi selang-selang kecil yang disebut aktuator di sekelilingnya. Dengan bantuan pompa udara, rangkaian aktuator ini akan mengerut dan mengembang dalam gerakan memompa, sementara rangkaian aktuator lainnya membuat gerakan seperti memelintir dan meremas. Gerakan-gerakan ini mirip dengan kinerja jantung sesungguhnya (lihat dalam video INI).

Para peneliti telah membuktikan bahwa perkakas soft robot terbikti berfungsi baik pada babi percobaan yang kinerja jantungnya diperlemah 45% dengan obat-obatan terlebih dahulu. Setelah dipasang, kinerja jantung meningkat hingga 97%, hampir setara jantung orang sehat, tutur Pigula. Keuntungan lainnya adalah, tak seperti perangkat pembantu jantung ventrikular (VAD) yang biasa digunakan saat ini, soft robot tidak bersentuhan dengan darah, sehingga pasien tak memerlukan pengencer darag saat menggunakannya.

“Awalnya, pakar jantung enggan mengembangkan kompresi jantung karena keterbatasan teknologi. Namun berkat adanya kemajuan dalam bidang perkakas halus, penelitian ini dilanjutkan kembali. Soft robot bukan saja mampu membantu sekitar 140.000 pasien yang mengalami gagal jantung, namun juga menjaga mereka tetap hidup hingga mendapatkan donor.”

Meskipun berhasil diujicobakan pada babi, Pigula menyebut bahwa perangkat ini masih dalam tahap awal pengembangan. Masih diperlukan sistem perakitan dan pengujian lain sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia. Namun, para peneliti optimis dengan hasil terapi mekanis (mekanoterapi) soft robot ini. “Penelitian ini membuktikan bahwa soft robot bisa berinteraksi dengan jaringan-jaringan halus dalam tubuh serta sangat membantu fungsi kardio,” ujar Conor Walsh, peneliti sekaligus dosen Harvard yang juga terlibat dalam program ini. (cho)

Comments

comments