Stok Darah Kurang, PMI Optimalkan Klub Pendonor

0
189

CIANJUR, patas.id – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Cianjur bakal mengoptimalkan kelompok-kelompok pendonor serta mengupayakan pendirian AB club dan Club 25 di Cianjur. Hal itu dilakukan untuk menjaga stok darah AB dan meregenerasi pendonor di Cianjur. Para pendonor muda dianggap bakal menjadi penyelamat pasien yang membutuhkan darah ke depan.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pengerahan dan Pelestarian Donor Darah UUD PMI Kabupaten Cianjur, Anton M Salim. Menurutnya, di saat stok darah tengah kritis seperti sekarang, kelompok donor darah atau yang lebih sering disebut keluarga donor darah diperlukan untuk mengamankan ketersediaan darah.

“Di Cianjur ada 175 KDD dengan anggota yang bervariatif, mulai 50 orang sampai 100 orang ke KDD,” kata dia.

Menurutnya, KDD dikelompokan berdasarkan beberapa klasifikasi, mulai dari umur, wilayah, pekerjaan, dan lainnya. “Kebanyakan per wilayah, seperti KDD Cipanas atau KDD sekolah,” kata dia.

Di samping itu, pihaknya akan mulai merintis Club AB. Pasalnya, golongan darah AB merupakan golongan darah yang langka sehingga stoknya kerap sedikit dan kebutuhannya juga tak banyak, tetapi ketersediaannya tetap harus dipertahankan.

“Untuk saat ini pun stoknya hanya 5 sampai 6 labu,” kata dia.

Menurutnya, club tersebut sudah dibentuk dan berjalan di sejumlah kota dan di luar negeri. Bahkan berdasarkan hasil pendataan di setiap daerah, pendonor dengan golongan darah AB ini paling aktif dibandingkan yang lainnya.

“Makanya kami bentuk club khusus golongan darah tersebut. Saat ini masih penjajakan tapi akan segera ditetapkan agar dapat mulai berjalan,” kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya akan membentuk club 25, dimana anggotanya berasal dari pendonor muda mulai umur 17 sampai 25 tahun. Dibentuknya club tersebut bertujuan untuk menguatkan regenerasi pendonor di kabupaten Cianjur.

“Regenerasi ini dibutuhkan supaya pendonor di Cianjur konsisten di angka yang sama, serta kebutuhan stok darah bisa terpenuhi terus ke depan. Bahkan kami inginnya stok terlampaui dan memberikan kontribusi ke kabupaten/kota lain yang kekurangan stok darah,” kata dia.

Menurutnya, pendonor muda tersebut akan ditekankan pada siswa SMA/SMK sederajat dan mahasiswa, namun di luar itupun akan direktur selama umurnya masih berada di antara umur produktif tersebut.

“Club tersebut dibuka secara umum, tapi kami juga tekankan pada pelajar. Tentunya dengan harapan mereka juga mampu mengajak teman-temannya menjadi pendonor aktif. Sayangnnya masih banyak kendala ntuk Club AB dan Club 25. Makanya masih dioptimalkan yang KDD,” tandasnya.(isl)

Comments

comments