Pasar Sindanglaka Awalnya Diajukan untuk Kios Pancing

0
200

CIANJUR, patas.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cianjur mengaku bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin untuk Pasar di kawasan Desa Sindanglaka, sebab keberadaannya melanggar aturan.

Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar, mengungkapkan bahwa berdasarkan pengajuan awal dan rekomendasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur, lahan seluas 2.971 meter itu diperuntukkan kios pancing. “Rekomendasi Bappeda-nya seperti itu, tapi setelah dikaji, diajukan sebagai pasar. Berkasnya masuk pada 4 November 2016 lalu,” ujarnya saat ditemui usai Rapat di Ruangan Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Menurutnya, setelah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, keberadaan pasar terseut tidak diperbolehkan dan langsung ditolak. Akibatnya berkas pun tidak dilanjutkan untuk dibahas.

“‎Secara lokasinya sudah melanggar, ditambah fungsinya. Apalagi antara rekomendasi dan pengajuan berbeda. Bisa dilihat di sana kini ada yang jualan sembako, sandang, dan pangan. Jadi kami tak keluarkan izinnya.”

Endang mengungkapkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat kepada Satpol PP untuk dilakukan penertiban. “Bongkar saja, karena tak ada izin. Tapi harus bertahap, sesuai prosedur,” tuturnya.

Dia mengakui kasus pasar tanpa izin tersebut sudah yang kedua kalinya terjadi. Sebelumnya, ada pasar di Salaeurih Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengh yang berdiri tanpa izin dan berbenturan dengan kebijkan yang ada. “Ini jadi bahan evaluasi untuk kami. Ke depan akan diperbaiki. Jika da pengajuan tk sesuai akan kami sidak ke lapangan, dikhawatirkan sudah ada pembangunan. Jadi perlu antisipasi dini,” tandasnya. (isl)

Comments

comments