Langgar Aturan, Pasar Baru Sindanglaka Akan Dibongkar

0
203

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur akan melakukan penertiban terhadap pasar baru di kawasan Desa Sindanglaka. Pasalnya bangunan yang kini diperuntukan untuk pasar tersebut tidak memiliki izin.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan jika pasar sudah berdiri dan mulai beroperasi di Desa Sindanglaka, tepatnya di persimpangan Jalan Pramuka dan Jalan Arya Wiratanudatar. “Setelah dicek ternyata memang ada, makanya segera mengadakan rapat bersama OPD terkait. Ternyata pasar tersebut tidak berizin, dan akan segera kami tindak,” kata dia usai rapat di ruangnnya, Kamis (19 Januari 2017).

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan ‎Kabupaten Cianjur, Himam Haris, menuturkan, berdasarkan roh penataan kota, pusat ekonomi dipusatkan di Pasar Induk Pasirhayam (PIPI). Berdasarkan zona ekonomi, transaksi selayaknya pasar di wilayah perkotaan tidak diperbolehkan.

“Keberadaannya akan menimbulkan masalah, sebab kebijakan Pemkab sudah dipusatkan pasar itu di Pasar Induk Pasirhayam (PIP). Makanya tidak boleh ada pasar di wilayah perkotaan dan sekitarnya, dan nanti akan dialihkan.”

‎Menurutnya, pasar yang merupakan milik pribadi dengan total 150 kios itu sudah terisi sampai 30 persennya atau sebanyak 40 kios. Berdasarkan informasi yang didapat pun, para pedagang di sana merupakan pedagang dari Pasar Muka dan PIP. “Makanya akan kami data lagi dan yang dari PIP atau Pasar Muka, akan kami kembalikan ke tempatnya atau nanti ada sanksi tegas,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menuturkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan pertama atas pelanggar IMB dan aturan lainnya. “Sudah kami pasang segelnya. Kami akan tempuh prosedur sebelum penertiban dan pembongkaran,” tuturnya.

Selain Sindanglaka, lanjut dia, beberapa pusat dagang seperti di Bojongmeron, Sukamanah, dan Jalan Slamet. “Akan kami tertibkan secara bertahap,” janjinya. (isl)

Comments

comments