Kades Cijagang Merasa jadi Korban Hoax

0
207

CIANJUR, patas.id – Kepala Desa Cijagang Kecamatan Cikalongkulon, Asep Zulkarnaen, mengaku resah dengan adanya informasi palsu atau berita hoax di media sosial terkait kegiatan silaturahmi Ormas Permuda Pancasila dengan Front‎ Pembela Islam (FPI) di wilayahnya.

Sejumlah akun di media sosial facebook mengunggah ulang foto Ormas PP yang dia pimpin di desanya ‎dengan FPI. Namun dalam keterangan foto tersebut dituliskan jika PP dan FPI di Cikalongkulon khususnya di Desa Cijagang tengah melakukan sweeping LSM GMBI.

Untuk diketahui, belum lama ini FPI dan GMBI tengah memanas lantaran adanya bentrokan di Polda Jabar ketika pemeriksaan Habib Riziq Sihab.

Kang Zuna, panggilan akrab Asep Zulkarnaen, menyatakan, informasi dari sejumlah akun di Facebook tersebut merupakan hoax dan berita palsu lantaran kumpulan FPI dan PP merupakan ajang silaturahmi.

“Kami (PP dan FPI) di Cikalongkulon, khususnya di Desa Cijagang memang selalu harmonis. Bahkan sering ada acara bersama, baik tablig akbar atau agenda keagamaan lainnya. Termasuk beberapa hari lalu,” kata dia.

Zuna menjelaskan, silaturahmi yang digelar beberapa hari lalu merupakan agenda yang direncanakan sejak 3 Januari 2017. Sebelumnya telah ditentukan jika agenda akan digelar 9 Januari. Tapi karena kesibukan masing-masing, silaturahmi dan tablig akbar baru bisa diselenggarakan pada 13 Januari.

“Kami sudah saling berkomitmen untuk anti anarkis. Makanya diperlihatkan dengan salat berjamaah, silaturahmi, dan kegiatan lainnya. Sayangnya, momentum kemarin disalahinfokan dengan kejadian di Polda Jabar. Kami juga tidak memperhitungkan situasi tersebut,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan klarifikasi di media sosial tentang kejadian sebenarnya. “Kami tak lakukan sweeping, itu yang kami sebarkan di medsos. Kami juga minta FPI untuk sebarkan informasi yang benar kepada rekan-rekannya,” kata dia.

Zuna mengharapkan, warga mulai pintar dalam menyaring informasi di media sosial. Jangan sampai, informasi yang belum tentu kebenarannya dicerna langsung sehingga enimbulkan dampak yang negatif.

“Ini harus jadi pelajaran. Berita hoax itu memang marak di medsos. Kegiatan positif pun bisa dipelintir. Makanya mesti hati-hati dalam menyaring informasi, cek dulu kebenarannya sebelum dipercaya,” tandasnya.(isl)‎

Comments

comments