Makanan Pedas Bisa Memperpanjang Umur?

0
211

PATAS.ID – Penyuka makanan pedas bisa sedikit lega, pasalnya sebuah studi terbaru membuktikan bahwa mengonsumsi cabai atau cabai rawit secara konstan ternyata bisa menurunkan tingkat kematian hingga 13%. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal kesehatan PLoS ONE.

Meskipun penelitian ini bersifat observasional, artinya berdasar pengamatan, namun observasi ini memperkuat bukti-bukti bahwa makanan pedas memiliki kandungan zat-zat pelindung tubuh yang bisa berdampak pada panjangnya umur. Selain memperpanjang umur, hasil observasi juga menyebutkan bahwa penyuka makanan pedas cenderung nampak lebih muda, suka mengonsumsi sayur dan daging, serta memiliki tingkat kolekterol HDL lebih rendah.

Untuk kepentingan penelitian, para peneliti dari Larner College of Medicine di Universitas Vermont mengambil data dari 16.000 partisipan warga Amerika (dengan umur rata-rata 18,9 tahun) dengan menggunakan survey National Health and Nutritional Examination Survey (NHANES). Hasil penelitian mereka ternyata sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Cina pada 2015 dan dipublikasikan dalam jurnal BMJ.

Meskipun bagaimana persisnya makanan pedas bisa memperpanjang umur belum diketahui secara pasti, namun para peneliti memiliki beberapa teori. Cabai dan cabai rawit memiliki kandungan bioaktif capsaicin yang berfungsi sebagai media antikegemukan, antioksidan, antiradang serta antikanker. Selain itu, capsaicin memiliki kandungan antimikroba yang bisa mengenyahkan beberapa jenis sumber penyakit.

Namun para peneliti juga menyatakan bahwa bukan berarti kita harus selalu mengonsumsi makanan pedas setiap saat. Orang-orang yang memiliki masalah dalam gastrointestinal atau lambung-usus, justru tidak disarankan mengonsumsi makanan pedas.

“Mereka yang memiliki masalah dalam pencernaan seperti penyakit lambung atau radang usus sangan tidak disarankan memakan makanan pedas, ujar Lu Qi, salah seorang peneliti dari T. H. Chan School of Public Health Harvard sekaligus dokter di Women’s Hospital Boston. Lu Qi adalah salah ketua tim peneliti dalam riset BMJ.

Kabarnya, penelitian lebih jauh akan dilakukan untuk menyelidiki keuntungan mengonsumsi cabai atau cabai rawit tertentu. “Semoga nanti ada bukti-bukti baru untuk mengungkap hubungan antara makanan pedas dengan diet serta kesehatan agar kami bisa merekomendasikannya untuk pengobatan dan terapi,” pungkasnya. (cho)

Comments

comments