Hanya 700 Nelayan Cianjur Terdaftar dalam Asuransi Nelayan

0
203

CIANJUR, patas.id – Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur menyatakan nelayan yang sudah terdaftar dalam asuransi mencapai 700 nelayan. Identitas kependudukan yang tidak lengkap membuat ribuan nelayan di Cianjur selatan menjadi kendala pendaftaran asuransi nelayan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidan Perikanan dan Kelautan Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, H. Tata. Menurutnya, pada 2016 pihaknya mengajukan ‎1.000 nelayan untuk mendapatkan asuransi, namun yang sudah diterima dan mendapatkan kartu asuransi baru 700. “Realisasinya seperti itu, tapi pastinya tahun ini akan diajukan lagi. Soalnya program ini baru bergulir di akhir tahun, tepatnya mulai Agustus 2016.”

Saat ditemui di kantornya, Senin (16 Januari 2016), H. Tata menyampaikan bahwa di Cianjur terdapat lebih kurang 5.000 nelayan yang tersebar di sejumlah pantai di Cianjur. Khusus untuk di pantai Jayanti, terdapat 3.000 nelayan.

“Dari ribuan nelayan itu terbagi dalam dua kategori, yakni nelayan ‎tengah dan nelayan pinggir. Kalau yang nelayan tengah pakai perahu ke tengah laut, sementara nelayan pinggir hanya di pesisir pantai menggunakan jaring.”

Dia mengungkapkan, dari 5.000 nelayan tersebut, baru 1956 yang memiliki kartu nelayan. Padahal untuk bisa terdaftar dalam asuransi tersebut nelayan mesti terdaftar sebagai anggota dan memiliki kartu tersebut. “Ini kaitannya dengan administrasi kependudukan. Banyaknya nelayan yang tidak punya kartu nelayan karena mereka tak mengurus KTP dan Kartu Keluarga. Pasalnya dulu menganggap tidak terlalu dibutuhkan, padahal kenyataannya harus siap kapan saja karena identits kependudukan sangat penting. Buktinya sekarang ini, jadinya para nelayan baru membuat KTP sementara ketersediaan blanko sedang kosong, dan baru ada satu atau dua bulan ke depan,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan mengupayakan percepatan administrasi kependudukan. “Kami koordinasi dengan Pemdes, sebab kalau masing-masing mengurus sendiri, butuh ongkos dari Cidaun ke Cianjur. Jadi dikolektifkan ke Pemdes. Kami juga akan komunikasi dengan Disdukcapil,”

‎Tata menjelaskan, ‎asuransi yang dibuat sebagai bentuk perhatian pemerintah kepaa nelayan akan menjamin mereka ketika melaut. Dengan nilai premi Rp 100 ribu yang dibayarkan oleh pemerintah, nelayan mendapatkan jaminan kematian dan kecelakaan saat melaut.

“Jika nelayan meninggal saat melaut akan mendapat santunan sebesar Rp 200 juta, cacat tetap sebesar Rp 100 juta, dan pengobatan sebesar Rp 20 juta.”

Di samping dari pemerintah pusat untuk jaminan, Pemkab memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana melaut. “Anggaran dari Pemkab sebesar Rp 800 juta, itu untuk jaring, perahu, dan alat-alat lainnya. Kami harap nelayan bisa lebih produktif dan sejahtera,” tandasnya. (isl)

Comments

comments