Peralihan Musim, Cianjur Rawan Bencana

0
165

CIANJUR, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyatakan bencana akan rawan terjadi di Cianjur di awal 2017. Pasalnya hingga Maret, merupakan masa peralihan musim.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur‎, Asep suparman, mengatakan, masa peralihan menjadi waktu dimana cuaca ekstrem terjadi. Akibatnya bencana rawan terjadi, mulai dari banjir hingga pergerakan tanah dan longsor.

“Di awal tahun ini sudah ada dua laporan yang masuk, yakni luapan Sungai Cibuni dan longsor di Cibinong yang membuat akses utama terputus. Tapi sudah kami normalisasi dan akan dikaji untuk mengantisipasi bencana susulan,” kata dia, Minggu (15 Januari 2016).

‎Menurutnya, cuaca ekstrem akibat peralihan musim sudah mulai tampak, di antaranya angin kencang disertai cuaca yang tidak menentu, sehingga turunnya hujan sulit diprediksi.

“Sekarang angin kecang sering terjadi, ditambah hujan deras. Ini memang siklusnya di masa transisi. Di masa ini bencana sangat rawan terjadi,” kata dia.

Asep menuturkan, selama 2016 sampai pertengahan 2017, Cianjur tidak mengalami musim kemarau. Badai La Nina, membut musim kemarau 2016 menjadi kemarau basah sehingga hujan terus turun sepanjang tahun.

“Makanya di 2016, banjir dan longsor banyak terjadi. Tapi diharapkan 2017 cuaca normal lagi dan tak ada bencana,” kata dia.

Dia menambahkan, BPBD menunggu adanya rilis dari BMKG terkait prediksi cuaca di tahun ini, salah satunya untuk memastikan kondisi musim kemarau. Siklus yang tidak normal pada tahun lalu ‎dikhawatirkan berimbas di kemarau tahun ini.

“Memang ada kekhawatiran terjadi‎ kemarau panjang, sebab musim hujan di 2016 juga sangat panjang. Tapi kami harap tidak begitu, untuk pastinya kami tunggu rilis dari BMKG,” tandasnya.(isl)

Comments

comments