Pengawasan TKA Sulit Karena Kurang Tenaga Kerja

0
219

CIANJUR, patas.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur menyatakan kekurangan pengawas ketenagakerjaan. Perbandingan jumlah pegnawas dan perusahaan yang terlampau jauh membuat pengendalian dan pengawasan terutama terkait Tenaga Kerja Asing (TKA) menjadi sulit.

Kepala Perlindungan Tenaga kerja Luar Negeri Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Ahmad Ubaidillah, mengatakan bahwa saat ini di Cianjur hanya ada dua pengawas ketenagakerjaan, itupun merupakan pengawas daerah yang ditarik kewenangannya ke Provinsi Jawa Barat. “Sebelumnya PNS di Disnakertrans, kemudian ditarik oleh Provinsi. Tapi tetap penempatan dan mengabdinya di Cianjur,” kata dia.

BACA: OPD MINTA KANTOR CABANG PELAYANAN DI CIANJUR

BACA: PENGAWASAN TKA AKAN DIPERKETAT

Menurutnya, jumlah tersebut sangat kurang untuk mengawasi perusahaan di Cianjur. Disnakertrans mencatat ada 828 perusahaan kecil, menengah dan besar. Jika dibagi, maka satu petugas mesti mengawasi 414 perusahaan per tahunnya.

“Dalam hitungan per tahun saja jika dimaksimalkan sehari mendatangi satu perusahaan, kurang dari 300 perusahaan. Kalaupun harus memaksakan mengawasi dua sampai tiga perusahaan per hari itu tidak mungkin. Kendala jarak dan pelaporan tidak akan ada waktu.”

Akibat kekurangan pengawasan tenaga kerja, ungkap dia, pengawasan untuk upah, hak normatif, terlebih untuk tenaga kerja asing (TKA) menjadi sangat sulit dilakukan karena tugasnya bukan hanya sekedar mengetahui jumlah, namun juga hal-hal lain secara detail.

“Bagaimana mau detail kalau waktunya terbatas. Ini yang kami sayangnnya. Perannya dibutuhkan tapi pekerjaannya sangat membebani. Jadinya pengawasan TKA yang sekarang marak yakni masuknya TKA ilegal, masih terhambat.”

Ubai, menambahkan, pihaknya sudah mengajukan penambahan pengawas ketenagakerjaan untuk ditempatkan di Cianjur. Menurutnya ada salah seorang PNS yang telah menjalani pendidikan tentang pengawas ketenagakerjaan, namun belum mendapatkan surat keputusan (SK). “Kalau sudah ada, Cianjur bakal punya satu pengawas tambahan. Tapi itu masih kurang. Akan kami ajukan terus, sebab jumlah perusahaan di Cianjur juga banyak,” tandasnya. (isl)

Comments

comments