SK Turun, Guru SMA/SMK di Cianjur Minta Kantor UPTD Lebih Dekat

0
127

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 1.117 tenaga pendidikan dan kependidikan di SMA/SMK se-Kabupaten Cianjur mendapatkan surat keputusan (SK) baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis (12 Januari 2016). SK tersebut diberikan pasca-alih kelola SMA/SMK dari Pemerintah Kabupaten Cianjur ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherm‎an dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi turut hadir dalam pembagian SK yang dilakukan di SMA PGRI Cianjur.

“Sejak 1 Januari 2017 mereka sudah sah dialih kelola oleh Pemprov (Jabar). Tapi hari ini baru dikeluarkan SK-nya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi usai kegiatan.

Menurutnya, meski kewenangan ditarik oleh provinsi, Pemkab Cianjur tetap berperan dalam peningkatan kualitas dan bidang lainnya di pendidikan menengah tersebut. Pasalnya, ada target yang mesti dicapai berkenaan dengan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA/SMK.

“Nanti kan ada koordintor wilayah, jadi kami partner dalam peningkatan kualitas pendidikan. Tidak begitu saja lepas dari tanggung jawab,” kata dia.

Edi Supriadi, tenaga kependidikan SMKN 1 Cidaun, mengatakan, dampak positif atau negatif dari alih kelola tersebut belum terasa sebab baru memasuki masa transisi. Namun dia menginginkan, kantor cabang Pemprov dibuat lebih dekat supaya pelaporan bisa maksimal.

“Setelah enam bulan baru bisa terasa, baik atau buruknya. Tapi kami ingin kantor cabangnya dibuat berdekatan. Cianjur kan rencananya digabung dengan Sukabumi dan pusatnya di sana. Kasihan sekolah di Cidaun harus menempuh jarak yang jauh, dari Cidaun ke Cianjur saja 6 jam, kalau ke sukabumi lebih lama,” tuturny.(isl)

Comments

comments