Residivis Curanmor Spesialis Bobol Rumah Dibekuk

0
173

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur berhasil mengamankan empat pelaku pencurian sepeda motor spesialis bobol rumah. Belasan unit sepeda motor pun menjadi barang bukti para pemain lama terseut.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, keempat pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial DK (24), JJ (19), H (29), dan SH (21). Mereka  ditangkap di kediamannya dari hasil penelurusan petugas.

“Pelaku seluruhnya berjumlah lima orang. Namun kami baru menangkap empat orang karena satu pelaku lainnya kabur, dan sekarang sedang dalam pencarian petugas,” kata dia usai gelar perkara di Mapolres Cianjur, Senin (9 Januari 2017).

Menurutnya, pengungkapan tersebut berdasarkan banyaknya laporan warga yang kehilangan sepeda motor saat diparkirkan di rumahnya. Para pelaku ini diketahui selalu beraksi berkelompok dengan masing-masing memiliki tugas berbeda.

“Pelaku memang spesialis pembobol rumah, namun sebatas mengambil sepeda motornya. Ada yang bagian membuka gembok rumah, ada juga yang merusak kunci kontak, dan terakhir mengambil sepeda motor yang telah menyala oleh pelaku sebelumnya,” kata dia.

Benny mengatakan, dari penangkapan pelaku, didapati 15 sepeda motor curian beserta barang bukti lainnya. Polisi juga menemukan beberapa ‎lembar STNK. “Kami masih dalami apakah STNK-nya palsu atau asli,” tuturnya.

Menurutnya, para pelaku merupakan pemain lama yang telah sempat masuk penjara dengan kasus yang sama. Pelaku yang saaat ini sedang buron pun merupakan residivis pencurian sepeda motor.

“Sebagian pemain lama yang memang sudah sering melakukan aksinya dan kami berhasil menangkap kembali para pelaku. Mereka kembali beraksi lantaran hasil yang dianggap menggiurkan, seab satu unit bisa dijual Rp 3 juta sampai Rp 4 juta, tergantung pada jenis motor,” kata dia.

Para pelaku, lanjut dia, dijatuhi pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

DK (24) salah seorang pelak mengatakan, untuk melakukan aksinya, dia dan teman-temannya terlebih dulu mengawasi rumah yang akan dijadikan target. Setelah dirasa aman, baru para pelaku melancarkan aksinya.

“Kami pantau dulu sehari atau dua hari, setelah sepi baru beraksi. Saya bagian membobol gembok rumah,” tuturnya.(isl)

Comments

comments