Musim Dingin Ekstrim Melanda Eropa, Puluhan Tewas

0
163

PATAS.ID – Musim dingin ekstrim yang melanda Eropa Tengah dan Timur dalam 2 hari terakhir menyebabkan terputusnya jalan dan jalur komunikasi, matinya saluran listrik dan air, kecelakaan lalu lintas, bekunya, sungai dan danau, terhambatnya jadual penerbangan, serta puluhan warga tewas.

Di Italia, bandara Bari, Brindisi, dan Sicilia ditutup sejak Sabtu (7 Januari 2017) sementara 50 truk terparkir di State Highway 650 kota Molise sejak hari Jum’at (6 Januari 2017). Sopir-sopir truk berkumpul dan protes karena kedinginan, kelaparan, dan marah karena pemerintah setempat lalai membersihkan salju tebal dari jalan raya. Dalam 48 jam terakhir, di negara pizza tersebut tercatat 8 kematian yang disebabkan oleh dinginnya cuaca. Dua di antaranya adalah warga negara Polandia.

Polandia sendiri rupanya tak ada waktu mengurus warga negaranya yang meninggal di Italia. Di negaranya sendiri, suhu turun hingga -14 derajat Celcius dan mengakibatkan 10 orang tewas. Juru bicara pertahanan Polandia, Bozena Wysocka, mengungkapkan bahwa kesepuluh korban meninggal dalam 2 hari berturut-turut.

“Tujuh meninggal hari Jum’at (6 januari 2017), tiga lagi hari Sabtu (7 Januari 2017). Sejak November 2016, tercatat 55 kematian akibat hipotermia.”

Dari Praha dilaporkan 3orang tewas karena cuaca ekstrim. Dua di antaranya adalah gelandangan, sementara seorang lagi adalah petugas parkir. Sementara di Bulgaria, dua korban ditemukan. Keduanya adalah dua warga imigran asal Irak yang ditemukan penduduk di perbatasan negara.

Nasib nahas juga terjadi pada imigran di Belgrade, ibukota Serbia. Beberapa ratus imigran, yang mayoritas berasal dari Afghanistan dan Pakistan, terlantar di sebuah gudang di stasiun bus. Mirjana Milenkovski, juru bicara PBB untuk para pengungsi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berusaha membantu para imigran dengan menyediakan selimut dan baju hangat. “Kami berusaha sebisa mungkin,” ujarnya.

Selain di Belgrade, beberapa kabupaten di wilayah selatan dan barat daya Serbia juga mengalami cuaca dingin ekstrim. Lusinan desa di wilayah Pestar tak bisa diakses karena salju tebal menutupi jalan, sementara saluran pipa air sepanjang 70 kilometer beku. Sebanyak 100 orang terpaksa dievakuasi.

Tak ada kematian akibat cuaca ekstrim dilaporkan di Jerman. Polisi Jerman justru berhasil menyelamatkan 19 imigran –termasuk 5 orang anak, yang menderita hipotermia. Seluruh korban ditemukan di bagian belakang truk di jalan raya. Sopir truk diduga melarikan diri dan meninggalkan para imigran malang tersebut selama berjam-jam tanpa makanan dan penghangat.

Rusia yang merayakan Natal Ortodoks setiap tanggal 7 Januari pun dikabarkan mengalami Natal terdingin dalam 120 tahun terakhir. Suhu di Moskow turun menjadi -30 derajat Celcius dalam semalam dan -24 Celcius di Saint Petersburg dimana polisi menemukan mayat seorang lelaki yang kedinginan. Bahkan Istanbul yang biasanya hangat kini tertutup salju hingga setinggi 65 sentimeter, kota pun lumpuh. (cho)

 

 

 
.

Comments

comments