CFD Warungkondang Berhasil Digelar, Tapi…

0
227


CIANJUR
, patas.id – Penyelenggaraan Car Free Day (CFD) di Warungkondang yang dihadiri ribuan warga harus diiringi sejumlah insiden. Pasalnya pihak kepolisian tidak memberikan izin penutupan arus, akibatnya pengunjung mesti berdesakan dengan pengendara sepeda motor dan mobil.

Sekretaris Panitia CFD Warungkondang, ‎Indra Maulana, mengungkapkan bahwa hingga sehari sebelum pelaksanaan, pihak kepolisian tetap tidak memberikan izin untuk menutup arus, sehingga pelaksanaan CFD tidak maksimal lantaran kendaraan tetap berlalu-lalang.

“Alasannya karena tidak ada izin dari pemerintah, padahal camat dan kepala desa suah mendukung, bahkan hingga Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar sudah mendukung.”

Selain itu, menurut Indra, pihak kepolisian beralasan tidak adanya jalur alternatif jika jalur tersebut ditutup. Padahal sudah ada jalur alternatif yang layak yakni dari Cibenda hingga Cieundeur, kondisinya pun sudah diaspal. “Jadi kami juga sudah pikirkan‎ alternatifnya. Tapi kami akan coba koordinasikan lagi, sebab melihat antusiasme warga sangat tinggi, kasihan jika harus batal,” kata dia.

Kepala Desa Cikaroya, Encep Mahmudin, mengatakan bahwa setelah melakukan rapat, pihak kepolisian hanya mengizinkan penutupan arus selama 30 menit. Padahal minimalnya untuk CFD, penutupan dilakukan selama 3 jam. “Akibatnya ada yang keserempet dan tertabrak. Mereka mengalami luka ringan. Makanya, kami ingin ada kebijakan yang pro rakyat,” kisah Encep.

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari wilayah Warungkondang, Atep Hermawan Permana, mengaku kecewa dengan insiden tersebut, sebab keberadaan CFD memberikan banyak dampak positif bagi warga. “Dari segi ekonomi, kesehatan, dan olahraga bisa tertunjang. Masak tidak diberikan izin. Kami mendesak agar ada pemberian izin untuk acara tersebut,” kata dia. (isl)

Comments

comments