Kenaikan Harga Cabai Ulah Tengkulak dan Pedagang Nakal

0
176
CIANJUR, patas.id – Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DiskopPerindag) Kabupaten Cianjur menyatakan kenaikan harga cabai rawit dan cabai lainnya dipasaran merupakan ulah dari para tengkulak dan pedagang nakal.
Kepala Diskoperindag, Himam Haris, mengatakan bahwa terdapat selisih harga yang signifikan di setiap pasar, dimana beberapa pedagang di pasar Muka menyatakan harga di atas Rp 120 ribu per kilogram untuk cabai rawit, padahal di pasar lainnya berkisar di angka Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram.
“Di pasar Muka juga menurut kepala pasarnya hanya Rp 80 ribu per kilogram, termasuk di pasar Induk Pasirhayam dan Cipanas. Kami sedang sisir siapa oknum yang mempermainkan harga.”
Menurutnya, kenaikan harga Cabai, khususnya cabai rawit memang tengah terjadi. Apalagi di saat musim hujan dengan intensitas tinggi ini membuat petani gagal panen dan stok terbatas. “Meskipun ketersediaan stok menjadi faktor kenaikan harga, tapi jangan ada yang memainkan harga, terutama para tengkulak. Ini akan membuat stabilitas harga di pasaran menjadi kacau,” ucapnya.
Himam menambahkan bahwa pemerintah pusat harus turun tangan dalam pengendalian harga cabai. Salah satunya dengan meningkatkan produksi dan menstabilkan stok cabai. “Ketika musim hujan datang, mesti dicari solusinya bagaimana agar produksi tetap tinggi. Kami di daerah apalagi di dinas perdagangan, hanya bisa berupaya mengendalikan harga dengan mengimbau para pedagang,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, harga cabai di Cianjur terus merangkak naik, terutama untuk cabai rawit. Harga cabai rawit yang bisanya hanya Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram, kini bisa mencapai Rp 120 ribu per kilogram, bahkan untuk cabagi rawit merah bisa di angka Rp 140 ribu per kilogram. (isl)

Comments

comments