Kapten Zahro Expres Lompat Duluan Selamatkan Diri

0
206

JAKARTA, patas.id – Korban terbakarnya kapal Zahro Expres yang bertolak menuju Pulau Tidung (Kepulauan Seribu) pada pukul 09.24 WIB, Minggu (1 Januari 2017), bertambah menjadi 23 orang. Kondisi seluruh korban meninggal mengalami luka bakar parah sehingga harus dilakukan proses Disaster Victim Investigation (DVI) untuk identifikasi korban.

Zahro Expres yang berkapasitas 285 penumpang tersebut terbakar 1 mil sebelah barat Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara. Dikabarkan jumlah penumpang kapal yang hendak berlibur merayakan tahun baru tersebut adalah sebanyak 238 orang. Namun, jumlah penumpang yang tercatat dalam data hanya 100 orang. Cacat administrasi dalam jumlah penumpang ini diketahui kemudian saat 152 korban selamat berhasil dievakuasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengatakan bahwa penyebab terbakarnya Zahro Expres masih diselidiki. Namun, 3 orang saksi dari anak buah kapal (ABK) Kapal Zahro Expres telah dibawa polisi untuk dimintai keterangan. Hingga saat ini, belum bisa dipastikan apakah kapal tersebut terbakar karena kelebihan kapasitas atau karena unsur human error.

“Kapal ini kapasitasnya itu 285 sebenarnya, jumlah penumpang existing itu 238. Sehingga kalau angka ini benar, sebenarnya masih dalam kapasitas, belum melebihi kapasitas.”

Menurut saksi mata, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, api menyebar dengan cepat dari  arah depan menuju belakang kapal. Para penumpang berusaha memadamkan api namun gagal karena kobarannya bertambah besar. Penumpang bertambah panik karena kapal oleng. Sebagian kemudian terjun ke laut untuk menyelamatkan diri, mengikuti aksi kapten kapal yang duluan nyebur meninggalkan penumpang yang sebagian besar tak berpelampung.

Peristiwa ini mengundang banyak komentar dari netizen. Selain menyampaikan ucapan bela sungkawa, sebagian netizen mengaku prihatin dengan cacat administrasi pelabuhan, ketidaksediaan pelampung, hingga perilaku kapten kapal yang dianggap tidak bertanggung jawab.

“Kemaren-kemaren pilot mabuk, sekarang kapten kapal yang duluan menyelamatkan diri. Kok rasanya gak bener banget ya? Penumpang tuh dianggap kayak barang aja, keselamatannya gak diperhatiin,” ujar pemilik akun Tri Setiawati dalam komentarnya di Facebook terkait kejadian ini. (cho)

 

 

Comments

comments