Puluhan Korban Banjir Kongo Terseret Hingga Angola

0
196

KINSHASA, patas.id – Hujan deras yang mengguyur negara Kongo dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan meluapnya sungai Kalamu yang mengalir di sepanjang kota Boma. Luapan air banjir menyapu ratusan rumah dan warga sedikitnya 50 warga menjadi korban. Sebagian korban terseret melintasi perbatasan negara Angola.

Gubernur Kongo Pusat, Jacques Mbadu, mengatakan Kongo dilanda hujan besar selama 3 hari berturut-turut hingga menyebabkan banjir.

“Hujan turun sejak Minggu hingga Selasa (25-27 Desember 2016, red). Hingga saat ini, kami telah mengubur 31 korban banjir dan 20 lainnya menunggu dikembalikan dari perbatasan negara kami dan Angola.”

Mbadu menambahkan bahwa ketinggian air banjir mencapai 2 meter lebih dan menghantam lebih dari 500 rumah yang berada di tepian Sungai Kalamu. Ribuan orang terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri. “Banjir ini biasanya berupa siklus satu dekade yang 10 tahun sekali terjadi. Banjir terakhir terjadi pada Januari 2015. Namun dengan adanya perubahan cuaca ekstrim, banjir sudah terjadi lagi tahun ini.”

Dilansir Agence France-Presse (AFP), hingga berita ini diturunkan, terdapat dua kota yang terendam lumpur hingga ketinggian 1 meter. Peristiwa banjir ini diperparah dengan ketidaksiapan pemerintah dalam mengantisipasi datangnya bencana, karena meskipun Kongo adalah negara yang kaya akan sumber daya mineral, namun negara ini sangat miskin. Lebih dari 70% warga Kongo hidup di bawah garis kemiskinan dan hanya mendapatkan upah sebesar rata-rata Rp 17 ribu per hari. (cho)

Comments

comments