Tugu Lafadz “Allah”di Pertigaan Siliwangi-Siti Jenab

0
237

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali melakukan pembangunan untuk memperindah kota. Kali ini, tugu di pertigaan Jalan Siliwangi dan Siti Jenab diganti dengan tugu lafadz Allah.

‎Tugu yang dibangun sejak beberapa pekan lalu tersebut selesai pada Rabu (21 Desember 2016). Tugu lafadz Allah kemudian menjadi sorotan dan perhatian. Keindahannya membuat orang ramai berfoto selfie di sana, tidak terkecuali Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar.

Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha, mengatakan bahwa tugu tersebut sengaja ditata kembali agar mempercantik Cianjur. Penggunaan lafadz Allah pun ditujukan supaya siapapun yang melihatnya kembali ingat kepada Sang Pencipta.

Sebelumnya, di pertigaan tersebut berdiri tugu lampu sorot yang tembok fondasinya bertuliskan arah kota tujuan Bandung, Sukabumi, serta Bogor. “Sekarang nilai keindahan dan keagamaannya kami tonjolkan. Pada dasarnya kami ingin menunjukkan visi Cianjur lebih maju dan agamis,” ujar Pratama, Jumat (23 Desember 2016).

Belum lama ini, Pemkab juga menyelesaikan pembangunan Bomero (Bojongmeron) City Walk. Hiasan lampu gentur sebagai penerangan dengan penataan yang baik, membuat eks Pasar Bojongmeron itu terlihat indah dan jadi tujuan berfoto atau bermain.

“Ke depan akan diperbanyak. Di Jalan Pangeran Hidayatullah, Jalan Ir H Juanda, dan ruas jalan lainnya akan dipercantik.”

Bahkan, menurut Pratama, Pemkab juga bakal membangun taman mulai dari lahan eks Pasar Induk Cianjur, Alun-alun, hingga ke halaman Pendopo Kabupaten Cianjur. Rencananya, 2017 pembangunan mulai dilakukan. “Ini dilakukan untuk memfasilitasi warga serta memberikan ‎kebanggaan bahwa kota tempat tinggalnya tak kalah indah dengan kota lain di Jawa Barat.”

Namun, dia mengingatkan agar warga turut menjaga fasilitas yang dibuat. Pasalnya beberapa pembangunan sering dirusak oleh mereka yang tak bertanggung jawab, akibatnya fasilitas tak bertahan lama. “Jaga yang telah ada, ini kan untuk seluruh warga Cianjur. ‎Membangun itu mudah, tapi menjaga dan merawat cukup sulit, makanya perlu kesadaran dari warga itu sendiri,” kata dia. (isl)

Comments

comments