Nasib Puskesmas Muka di Lahan Sengketa

0
290

CIANJUR, patas.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mendorong pemindahan Puskesmas Muka dari lokasi yang sekarang. Pasalnya sengketa lahan Puskesmas dinilai mengganggu pelayanan dan dikhawatirkan‎ bisa terjadi pengusiran sewaktu-waktu.

Hal itu diungkapkan Kepala Sub Bagian ‎Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi. Menurutnya, lahan yang digunakan Puskesmas Muka masih dalam proses sengketa antara pemilik dengan pihak penggugat.  Jika pemindahan atau pengusiran itu terjadi‎, maka pelayanan akan terganggu, bahkan berhenti untuk sementara. Padahal, Puskesmas Muka adalah salah satu puskesmas dengan pasien terbanyak se-Kabupaten Cianjur.

“Sampai sekarang masih lahan sengketa. Ini yang kami khawatirkan, sebab bisa jadi bom waktu. Ketika pemilik lahan menghendaki untuk pindah, maka secara otomatis harus pindah. “Padahal, sehari rata-rata ada 200 pasien berobat ke sana. Kalau pelayanan berhenti, maka ratusan pasien akan terabaikan.”

Di samping khawatir akan terusir sewaktu-waktu, lanjut Irvan, status tanah yang bukan milik puskesmas juga menjadi penghalang diraihnya ‎akreditasi. Pasalnya, status tanah menjadi salah satu persyaratan, sementara batas waktu akreditasi sampai 2019, jika tak terakreditasi, maka dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dihilangkan untuk puskesmas tersebut.

“Makanya tahun ini tak diajukan untuk penilaian, sebab status tanah yang belum jelas. Padahal kalau dari segi pelayanan dan kesiapan lainnya, Puskesmas Muka sudah memenuhi syarat.”

Irvan mendorong pemindahan lokasi Puskesmas Muka‎, supaya sengketa lahan tak berdampak pada pelayanan. “Harus segera, tapi kami tunggu kebijakan pimpinan (Bupati), sebab butuh anggaran yang cukup besar,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, berjanji akan mempertimbangkan pemindahan Puskesmas Muka. Dia akan mengecek aset Pemkab atau kantor yang tak terpakai untuk Puskesmas Muka. “Sedang dicarikan tempatnya, memang di sana tidak cocok lagi, apalagi berada di jalur nasional dengan lahan yang sempit. Kami diupayakan (pemindahan, red),” pungkasnya. (isl)

Comments

comments