1.000 Personel Gabungan untuk Operasi Lilin Lodaya

0
182

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 1.000 personel gabungan akan disiagakan selama Operasi Lilin Lodaya menghadapi Natal dan Tahun Baru 2017. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengamanan, khususnya antisipasi serangan terorisme di tempat ibadah umat Kristen di Cianjur.

Menurut Kapolres Cianjur, AKBP Arief Budiman, seribuan personel gabungan tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi lainnya, dengan target pengamanan Natal, kelancaran arus lalu lintas di malam tahun baru, serta ancaman keamanan lainnya.

“Untuk kerawanan tindakan kriminal pasti ada, makanya kami bekerja sama dengan sejumlah pihak,” ujar Arief saat diwawancarai usai apel Operasi Lilin Lodaya, Kamis (22 Desember 2016).

Menurutnya, menghadapi Natal, Polres Cianjur bakal melakukan pengamanan di setiap tempat ibadah. Pasalnya ancaman kriminalitas dan aksi oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab yang mengganggu toleransi umat atau gangguan keamanan, rawan terjadi.

“Pasti kerawanan ada, makanya kami tempatkan petugas di setiap tempat ibadah. Ancaman terorisme juga ada, tapi di Cianjur semoga tak terjadi dan mudah-mudahan tetap aman.”

Arif memaparkan bahwa dalam pengamanan arus hingga pergantian tahun, seluruh personel Satlantas akan diberi pakaian antipeluru untuk digunakan saat bertugas. Acaman bagi anggota saat bertugas, ungkapnya, bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. “Ketika arus padat apalagi di Tahun Baru, tentu ancaman ada, dan saya tak ingin ada anggota yang menjadi korban, makanya dipersiapkan segalanya, terutama untuk perlengkapan keamanan,” kata dia.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan, 1.000 personel akan ditugaskan di 14 pos pengamanan, terutama di jalur ke tempat wisata.

“Atensinya paling tinggi di malam Tahun Baru dan Natal. Khusus di malam Tahun Baru, ada penutupan arus di Bundaran Pos Polisi 8 Cepu menuju Cipanas mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB (keesokan harinya, red).”

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yag dinilai mencurigakan, seperti moil boks dan mobil lainnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya acaman keamanan yang masuk ke Cianjur. “Pasti akan kami lakukan pemeriksan terhadap kendaraan yang terindikasi mencurigakan. Kami juga akan gunakan inteligen serta anggota Reskrim berpakaian preman. Kami harap pengalihan arus dan pengamanan ini bisa berjalan lancar untuk kemanan dan kenyamanan semua pihak,” tandasnya. (isl)

Comments

comments