Tahun Ini, Kasus KDRT di Cianjur Naik

0
261

CIANJUR – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mencatat, telah terjadi 9 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun ini di Cianjur.

Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Perkara (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengatakan, jumlah kasus di tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pada 2015 hanya terjadi 7 kasus KDRT.

“Ada peningkatan meski tak begitu signifikan,” kata dia saat ditemui di kantornya, Jumat (16 Desember 2016).

Menurutnya, kecamatan yang rawan terjadi KDRT ialah Kecamatan Cianjur. Pada 2015 dan 2016, terjadi masing-masing dua kasus KDRT. Selain itu, kecamatan lain di wilayah perkotaan juga menyumbang kasus KDRT.

“Kecamatan Cianjur tahun ini‎ ada dua kasus, begitupun tahun lalu. Wilayah lainnya yang terdata ada kasus KDRT ialah Karangtengah, Cilaku, warungkondang, Sukaresmi, Mande, dan Cugenang,” kata dia.

Lidya menjelaskan, meningkatnya kasus yang terungkap bukan diakibatkan tingginya kasus KDRTDI Cianjur, namun mulai dasarnya warga terhadap hukum, sehingga ketiga terjadi penganiayaan, mereka segera melapor.

“Di satu sisi memang jadi penilaian buruk, jika kasusnya tinggi. Tapi di sisi lain warga sudah sadar akan hukum. Bisa saja, sebelumnya banyak kasus, tapi tak terungkap karena warga lebih memilih menutupi daripada melapor,” kata dia.

Menurutnya, untuk mengantisipasi KDRT, perlu adanya penguatan kelarga. Tidak hanya itu, lapangan pekerjaan bagi kaum laki-laki juga mesti diperbanyak, sebab mayoritas KDRT berawal dari percekcokan karena masalah ekonomi.

“Kebanyakan awalnya ekonomi, sehingga cekcok dan berakhir dengan kekerasan. Makanya penguatan keluarga dan penguatan ekonomi perlu diperhatikan secara serius,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments