Tak Beratap, MI Cipelah 2 Tak Kunjung Dapat Bantuan

0
201

CIANJUR, patas.id – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur menyatakan pihaknya sudah beberapa kali mengajukan perbaikan atau renovasi MI Cipelah 2. Namun hingga kini tak kunjung ada tindak lanjut dari Kemenag RI.

‎Hal itu diungkapkan Humas Kemenag Kabupaten Cianjur, Gumilar. Menurutnya, pengajuan untuk perbaikan sekolah di Kampung Cipelah Desa Girimukti Kecamatan Pasirkuda dilakukan sejak tiga tahun lalu. “Secara berturut-turut kami ajukan, bahkan di awal tahun supaya jadi prioritas. Tapi belum ada verifikasi dari Kemenag RI,” jelas Gumilar, Selasa (13 Desember 2016).

Bahkan Gumilar mengungkapkan, pada tahun lalu, anggota DPR RI, Diah Pitaloka sempat mendatangi MI tersebut dan langsung melakukan pengukuran oleh timnya, tetapi hal itu juga belum membuahkan realisasi bantuan. “Sudah sampai DPR RI didatangi, harapannya tentu segera realisasi, tapi ternyata belum kunjung diverifikasi,” keluhnya seraya menambahkan bahwa jika sudah diverifikasi oleh Kemenag RI, biasanya bantuan tidak akan lama turun.

“Entah karena alasan apa sampai sekarang belum ada. Tapi kami tetap tegaskan kalau sudah diajukan, bahkan sejak beberapa tahun yang lalu sampai sekarang.”

Status sekolah yang berada di bawah naungan yayasan swasta seharusnya tidak menjadi faktor lambatnya bantuan. Kemenag mengaku akan mencoba kembali mengusulkan bantuan di awal 2017 mendatang, dengan harapan segera direalisasi bantuan untuk renovasi sekolah tersebut.

“Baik itu yayasan atau negeri, swasta ataupun bukan, bantuan akan turun. Namun perlu waktu, kami juga akan mendorong dan mengajukan lagi di tahun depan, semoga segera ada verifikasi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, 122 siswa MI Cipelah Desa Girimukti kecamatan Pasirkuda harus belajar di bangunan yang rusak. Bahkan kondisi bangunan tersebut membuat para siswa hanya dapat belajar saat cuaca cerah. Jika hujan turn, siswa harus pindah ke madrasah untuk belajar.

MI Cipelah 2 yang sudah berdiri sejak 1953 itu memiliki lima kelas. Namun tiga dari lima kelas sudah tak lagi dinaungi genting di atasnya. Selain kaca kelas tak ada, temboknya pun sebagian sudah diganti dengan bilik bambu yang kini juga mulai bolong-bolong. (isl)

Comments

comments