Hama Wereng Serang Tanaman Padi Bojongpicung

0
231
Exif_JPEG_420

CIANJUR, patas.id – Pola tanam padi tidak serempak dan faktor cuaca yang tidak menentu mengakibatkan tanaman rentan serangan hama dan penyakit. Demikian yang terjadi pada tanaman padi seluas 10 Ha milik para petani yang tergabung dalam kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Menurut Ketua Kelompok Tani Sumberejeki Desa Hegarmanah, Rukito (52 tahun), tanaman padi varietas Mikongga dan varietas Cierang yang baru berusia 40 hari di sawah Kelompok Tani Sumber Rejeki diserang hama wereng. Dari 45 Ha lahan yang digarap 69 pengurus dan anggota, kurang lebih seluas 10 Ha terserang hama.

Setelah diteliti, populasi wereng cokelat masih di ambang aman, yakni sekitar 3-4 ekor wereng coklat dalam satu rumpun. Namun, agar tidak merambah pada tanaman padi lainnya, maka pihaknya langsung minta bantuan pengendalian pada instansi terkait.

Para petani kemudian melakukan pengendalian hama wereng coklat dengan melakukan penyemprotan pestisida dengan disaksikan Kepala Balai Pertanian Tanaman Pangan dan HoltiKultura (BPTPH) Kecamatan Bojongpicung, Binmas, Binsa, Kepala Desa Hegarmanah dan pengurus Kelompok Tani setempat.

wereng-cokelat-2Kepala BPTPH Kecamatan Bojongpicung, Encib, membenarkan adanya serangan hama wereng di sawah seluas kurang lebih 10 Ha milik para petani. Namun menurutnya, populasinya masih bisa dikendalikan.

“Setelah Ketua Kelompok Tani melapor, kami beserta Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), PPL dan para oetani melakukan pengendalian hama wereng dengan melakukan penyemprotan masal.”

Sementara itu Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Bojongpicung, Ahmad Siroz (50 tahun) menambahkan bahwa terjadinya serangan hama wereng tersebut diduga akibat pola tanam tidak serempak, faktor cuara yang tidak menentu. Selain itu, hama wereng cokelat di hamparan sawah seluar 10 Ha tersebut dicurigai merupakan migrasi atau perpindahan hama dari tanaman padi yang sudah dipanen.

Sebagai tindakan pencegahan, Ahmad menyarankan agar warga yang rumahnya berada di pinggir sawah untuk tidak memasang lampu penerangan yang terlalu terang. “Halaman pabrik H. Yudi yang menggunakan lampu penerangan lampu tembak, untuk sementara mohon diganti terlebih dahulu, karena sinar lampu penerangan yang besar akan mengundang hama wereng dan kupu-kupu penggerek batang mendekat.” (sam)

Comments

comments