Sungai Rawan Meluap, Tembok Penahan akan Dibangun

0
151

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar berencana untuk membuat tembok penahan di setiap sungai yang rawan meluap. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi rusaknya lahan pertanian dan terancamnya pemukiman warga jika terjadi luapan akibat hujan deras.

Menurutnya, bencana alam tidak mungkin dapat diprediksi dan dihindari begitu saja, tapi dapat diantisipasi sedini mungkin supaya tidak memberikan dampak yang besar, baik untuk sektor pertanian ataupun merusak pemukiman warga.

“Nanti akan dicoba membangun tembok penahan di sepanjang sungai yang rawan meluap. Kami pun tengah memeriksa kondisi setiap titik yang diterjang banjir bandang, seperti di aliran sungai Cibuni,” kata dia, Selasa (6 Desember 2016).

Menurutnya kerusakan yang ditimbulkan dari luapan atau banjir bandang juga harus jadi perhatian serius. Apalagi dalam beberapa kali peristiwa tersebut, lahan pesawahan kerap rusak hingga puluhan hektar.

“Makanya kami bangunkan tembok itu untuk melindungi lahan, sebab kalau memindahkan akan sulit,” kata dia.

Irvan menambahkan, di tahun depan pihaknya tidak akan terpaku pada penanggulangan, tapi antisipasi bencana. Setiap daerah dideteksi untuk dapat mengurangi resiko bencananya.

“Jadi dibuatkan petanya serta langkah antisipasinya. Dengan begitu resikonya dapat diminimalisir,” kata dia.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, luapan air sungai yang berdampak pada banjir bandang yang merusakk laha pertahnian sudah terjadi beberapa kali, di antaranya di sungai Cikondang dan Cibuni.

“Untuk Cibuni sekitar 30 hektar sawah rusak,” kata dia.

Menurutnya, luapan sungai terjadi akibat adanya pendangkalan sungai. “Faktornya ada pendangkalan sungai, kalau musim kemarau bisa terlihat dangkalnya sungai tersebut,” kata dia.

Asep mengatakan, perlu adanya antisipasi dengan dilakukan pengerukan dasar sungai. Namun pihaknya mesti berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan BNPB lantaran sungai tersebut di luar dari kewenangan pemkab.

“Jadi kami harus koordinasi, langkah selanjutnya tergantung dari hasilnya nanti bagaimana. Tapi inginnya ada pengerukan sungai,” kata dia.(isl)

Comments

comments