Benarkah Sarapan Es Krim Bikin Pintar?

0
210

JEPANG, patas.id – Sebuah penelitian yang dilakukan di Jepang mengungkap hasil yang mengejutkan. Berdasar hasil penelitian tersebut, sarapan es krim ternyata sangat menguntungkan kinerja otak anak-anak maupun dewasa.

Profesor Yoshihiko Koga, seorang pakar psikofisiolofi dari Universitas Kyorin, Jepang, dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa sarapan es krim bisa meningkatkan kewaspadaan dan kinerja mental. Akibatnya, kita bisa menyerap berbagai informasi dan berpikir lebih cepat ketimbang mengonsumsi sarapan karbohidrat seperti biasa.

Profesor Koga awalnya tengah meneliti hubungan antara jenis-jenis makanan tertentu yang dipercaya bisa mengurangi stress. Dalam penelitiannya, Koga membandingkan aktivitas otak sampel yang diberi sarapan es krim sesaat setelah bangun tidur dan sampel yang tak diberi sarapan es krim.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sampel yang sarapan es krim memperlihatkan respon lebih cepat dan bisa memproses informasi lebih mudah ketimbang sampel yang tak sarapan es krim. Penelitian lebih jauh membuktikan bahwa sarapan es krim ternyata meningkatkan gelombang alfa dalam otak yang mengakibatkan naiknya tingkat
kewaspadaan.

Sampel berikutnya yang diberi air minum dingin juga menunjukkan kenaikan tingkat kewaspadaan dan kapasitas mental. Namun kenaikkannya lebih rendah dibanding sampel yang diberi sarapan es krim. Koga menyebutkan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengetahui esensi zat es krim apa yang menjadi penyebab kenaikan kinerja otak tersebut.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Excite News tersebut mengejutkan berbagai pihak. Beberapa media terkemuka dunia langsung menyebarkannya dalam berita minggu ini. Namun, beberapa ilmuwan Barat meragukan hasil penelitian tersebut dengan alasan bias karena disponsori oleh produsen makanan manis yang tak disebutkan namanya dalam Excite News.

“Alasan utama meningkatnya kewaspadaan dan kinerja otak adalah karena urusan sarapan atau tidak sarapan,” ujar Katie Barfoot, seorang ilmuwan gizi di Universitas Reading, Inggris, saat dimintai keterangan mengenai kabar yang beredar cepat di dunia maya tersebut.

“Otak kita membutuhkan glukosa (gula) untuk berfungsi, jadi tentu saja sarapan yang mengandung kadar glukosa tinggi akan meningkatkan kapasitas otak. Namun ini bukan berarti kita harus sarapan es krim.”

Lebih jauh lagi, Katie menyarankan agar penelitian dikembangkan dengan menyelidiki perbandingan antara sampel yang diberi sarapan glukosa kadar rendah dan sampel yang diberi sarapan glukosa kadar tinggi agar penelitian Koga lebih ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan. (cho)

Comments

comments