Sadis, Golok yang Dipakai Menusuk Mahasiswa Unsur Langsung Patah

0
187

CIANJUR, patas.id – Sebilah golok yang sudah patah diperlihatkan dalam gelar perkara di Mapolres Cianjur terkait kasus pembunuhan mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Suryakancana Cianjur, Rudi Pernadi (24), Selasa (6 Deseber 2016).

Golok yang patah itu yang ternyata membuat mahasiswa tingkat akhir asal Desa Ciwalen RT 05/RW 08 Kecamatan Warungkondang itu, meninggal dunia dengan luka lusuk di dadanya sampai menembus ke tulang belakang.

Kasatreskrim Polres Cianjur, ‎AKP Benny Cahyadi, mengatakan, tindakan kriminal yang terjadi pada pukul 22.00 WIB itu terjadi di Jalan Mangunsarkoro (depan Bank BCA). Korban yang pulang selepas mengantar temanya tiba-tiba dikeroyok hingga akhirnya ditusuk oleh salah seorang pelaku.

“Alasan utamanya masih belum diketahui karena pelaku utama masih buron. Tapi berdasarkan keterangan saksi dan pelaku yang diamankan, terjadinya karena percekcokan kemudian pengeroyokan dan berakhir pada penusukan,” kata dia.

Menurutnya, dari hasil laporan kasus tersebut pihaknya langsung melacak para pelaku. Dua dari lima pelaku pun diamankan dengan barang bukti dua buah golok, dengan satu golok yang digunakan menusuk korban hingga patah, serta botol miras.

“Pelaku yang ditangkap ialah RS (19) dan DA (18) salah seorang mahasiswa di Bandung. Tiga pelaku lainnya masih dalam pencarian, tapi segera akan kami tangkap,” kata dia.

Menurutnya, para pelaku dijerat pasal 170 KUHP ayat 2. “Ancaman hukuman maksimal 12 tahun,” kata dia.

RS (19) mengaku tidak mengetahui alasan dirinya melakukan pengeroyokan kepada korban. Dia yang pada saat itu di bawah pengarus miras hanya dihubungi temannya untuk menyerang lantaran temannya tersebut berkelahi dengan beberapa pemuda.

“Saya hanya mukul, udah itu kabur. Tidak tahu kalau ditusuknya kapan dan bagaimana. ‎Saya juga hanya dikontak lewat BBM (Blackberry messenger), diminta bantuin teman saya yang nusuk itu,” kata dia.

Untuk diketahui, korban sempat menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sayang Cianjur selama 30 jam atau sehari lebih. Namun karena  mengalami pendarahan yang cukup hebat di bagian dadanya, korban pun meninggal dunia.

Kepala Pemulasaraan Jenazah RSUD Sayang Cianjur, Multazam mengatakan, dari visum luar ditemukan sejumlah luka akibat benda tajam. “Dari hasil visum di tubuh korban ditemukan luka akibat benda tajam sepanjang 3,5 cm,” kata dia.‎(isl)

Comments

comments