Aher: Kesejahteraan Petani di Bawah Rata-rata

0
160

CIANJUR, patas.id – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Herywan menyoroti kesejahteraan‎ petani yang masih di bawah rata-rata. Akibatnya generasi petani pun menjadi sedikit lantaran tidak menguntungkannya profesi petani.

Menurutnya, margin nilai jual yang diterima oleh petani masih jauh dari kata layak. Padahal mereka harus memenuhi kebutuhan selama masa bertani.

“Saat ini pangan ‎dihargai dengan harga ekonomi, jelas itu tidak sebanding dengan kebutuhan mereka. Harusnya disesuaikan dengan harga kehidupan,” kata dia dalam kegiatan launching lelang komoditi dan pandanwangi, Senin (5 Desember 2016).

Dia mengungkapkan, petani di Jawa Barat termasuk Cianjur sudah berperan dalam menghasilkn kota padi yang lebih tinggi‎ dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal lahan pertanian lebih sempit dari provinsi lain.

“Ini hal positif, berarti Jawa Barat mampu memaksimalkan‎ produksi pertanian. Cianjur pun dengan lahan yang sudah terkikis oleh industri mampu memproduksi padi dengan cukup baik sehingga menempati posisi kelima di Jawa Barat sebagai penghasil padi,” kata dia.

Sayangnnya, penghargaan bagi para ‎petani masih belum ada. Akibatnya generasi muda enggan menjdi petani lantarn menganggap tak ada keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ini yang dikhawatirkan, generasi petani akan musnah karena kesejahteraan yang minim. Fakta di lapangan pun petani mayoritas di usia 40 tahun ke atas. Jika dibiarkan maka tidak ada lagi generasi petani,” kata dia.

Menteri Pertanian, Adi ‎Arman Sulaiman, mengatakan, penguatan dan stabilitas harga menjadi cara agar para petani mau menanam sendiri tanpa disuruh karena melihat potensi penghasilan yang layak.

“Akses bahan pangan dipermudah, harga distabilkan. Itu sudah cukup. Produksi pangan Indonesia akan stabil ke depan, tidak perlu lagi impor, bahkan bisa ekspor,” tandasnya.(isl)‎

Comments

comments