7 Cluster Wisata Disodorkan Cianjur untuk KSPN

0
242

CIANJUR, patas.id – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar bakal mengusulkan 7 cluster wisata kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk penilaian wisata Cianjur. Pemkab menegaskan, kemajuan wisata di Cianjur hanya bertujuan untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk mencari keuntungan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementrin Pariwisata RI memasukkan enam destinasi wisata Jawa Barat ke dalam 88 Kawasan Strategis Pariwisata nasional (KSPN) yang sedang disusun pemerintah pusat. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat seperti Kabupaten Bogor, Cianjur Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran akan dianalisis
oleh Kemenpar terkait KSPN.

Kawasan strategis di Jawa Barat itu, di antaranya eco-wisata Puncak dan sekitarnya, geowisata Palabuhanratu, Ciletuh, Ujung Genteng dan sekitarnya, Cagar Budaya Sukabumi, Industri Bekasi Karawang, Kawasan Sejarah di Cirebon, Pariwisata Kreatif Bandung, Pariwisata Alam Bandung Selatan Garut, Kawasan Budaya Priangan dan Alam
Bahari di Priangan, eco-wisata Pantai Apra Cipatujah dan sekitarnya.

Irvan mengaku masuknya Cianjur dalam KSPN merupakan suatu perhatian dari Pusat dan Provinsi. Namun untuk mendukung hal tersebut, menurutnya perlu ada persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sadar wisata.

“Percuma kalau destinasinya dibentuk tapi tumpang dengan warganya yang tidak siap. Makanya disiapkan terutama dengan mempertahankan budaya yang ada, sehingga Cianjur memiliki kekhasan dibandingkan yang lain, jangan terkontaminasi. Cianjur harus punya ciri yang membuat orang datang karena perbedaan yang diberikan tersebut.”

Menurut Irvan, untuk mendukung program tersebut akan ada 7 cluster wisata yang disuguhkan. Beberapa di antaranya ialah: cluster wisata Haurwangi yang terintegrasi dengan kampung terapung dan wisata air di Mande, cluster wisata religi yakni wisata makam Cikundul dan Lembah Karmel, cluster perkotaan yakni Pendopo dan Alun-alun, cluster wisata pangan Pandawangi, serta cluster wisata lainnya.

“Itu yang akan kami suguhkan dan coba ajukan dalam perencaan KSPN pemprov dan pusat,” papar Irvan seraya menambahkan bahwa jika cluster-cluster tersebut tidak seluruhnya masuk dalam program Pemprov, maka akan dikolaborasikan.

“Kalau setuju ya silahkan, tidakpun akan kami kembangkan sendiri.”

Di samping itu, Irvan menegaskan jika program tersebut diharapkan tidak mengambil keuntungan semata. Pasalnya Pemkab Cianjur meningkatkan sektor wisata untuk menyejahterakan rakyat Cianjur. “Jika tujuannya keuntungan untuk pemerintah silahkan, kami tidak ikut. Warga Cianjur sejahtera dengan majunya wisata saja saya
sudah bersyukur dan cukup, jangan ada kepentingan lainnya,” tutupnya tegas. (isl)

Comments

comments