Wagub Jabar minta Perusahaan yang Pakai Air Bawah Tanah Harus Diaudit

0
154

CIANJUR, patas.id – ‎Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mendorong adanya audit bagi setiap perusahaan yang menggunakan air bawah tanah, tidak terkecuali di Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, setiap perusahaan yang menggunakan air bawah tanah dengan kedalaman tertentu seringkali tidak terbuka kepada pemerintah, sehingga pajak yang diberikan sering tak sesuai dengan penggunaan.

“Ini yang perlu diwaspadai, setiap perusahaan sekarang menggunakan air bawah tanah, dan ketidakterbukaan mereka perlu dicurigai. Harus ada audit, sebab selama ini belum pernah diaudit,” kata dia, Jumat (2 Desember 2016).

Menurutnya, berkaca dari Bandung, perusahaan dengan sumur artesisnya merusak keadaan alam di sekitarnya. Setiap musim kemarau, warga sulit mendapatkan air bersih lantaran habis diserap oleh perusahaan.

“Satu perusahaan bisa 20 sumur artesis, bagaimana tidak berpengaruh pada ketersediaan air. Cianjur jangan sampai terjadi demikian, harus diantisipasi sebelum terlambat,” kata dia.

Di samping menguras air bersih, perusahaan juga sering merusk kondisi alam dengan limbahnya. Oleh karena itu perlu diawasi sebaik mungkin. Jika dibiarkan, lanjut dia, Cianjur bakal bernasib serupa dengan Bandung.

“Pertumbuhan industri boleh dilakukan selama tidak merusak alam, terutama menguras ketersediaan air bersih tanpa membayar pajak sesuai pemakaian. Makanya harus ada audit, akan kami lakukan segera,” tegasnya.(isl)

Comments

comments