Banyuwangi Larang Pembangunan Hotel Melati

0
177

BANYUWANGI, patas.id – Sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan sektor ekonomi berbasis pariwisata. Selain memperhatikan infrastruktur jalan hingga bandara, salah satu kebijakannya yang paling gres adalah melarang pembangunan hotel kelas melati di Banyuwangi.

“Kami buat policy‎ untuk tidak izinkan hotel melati dibangun di Banyuwangi. Karena hotel melati kalau dioperasi Satpol PP isinya bukan wisatawan, tapi isinya (tamu) jam-jaman.”

Lokasi Banyuwangi yang berdekatan dekat dengan Pulau Bali dan Surabaya memang sangat strategis dan potensial untuk dikembangkan. Bupati Azwar Anas jeli melihat peluang tersebut dan berharap Banyuwangi bisa menjadi daerah pariwisata yang layak dikunjungi turis-turis baik mancanegara maupun lokal. Namun di pihak lain, Azwar Anas tidak ingin bisnis prostitusi berkembang di daerahnya.

 “Dengan perkembangan industri pariwisata di Banyuwangi, akan banyak didirikan hotel-hotel kelas murah yang berpotensi dijadikan sebagai hotel esek-esek. Nah, untuk menghindari menjamurnya bisnis prostitusi di Banyuwangi, saya melarang didirikannya hotel-hotel melati. Minimal hotel bintang tiga yang boleh dibangun di Banyuwangi.”

Selain melarang pembangunan hotel melati, sebelumnya Azwar dengan tegas melarang pembangunan tempat hiburan malam seperti karaoke ataupun diskotik. Meski banyak yang menakut-nakuti pariwisata Banyuwangi akan anjlok jika tempat hiburan dilarang, namun ternyata hasilnya justru positif.

“Kami sempat diingatkan karena melarang pembangunan hotel melati hingga diskotik baru karena dianggap investasi akan turun. Tapi kami kira justru tidak. Investasi di Banyuwangi rangking tiga seluruh Jawa Timur pada semester tiga ‎tahun ini.”

Untuk menyiasati tempat menginap bagi wisatawan lokal dan mancanegara,  Azwar mendorong pemberdayaan homestay atau menginap du rumah tinggal milik warga di sekitar tempat pariwisata. Selain bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, wisatawan pun bisa menikmati nilai-nilai budaya dan tradisi Banyuwangi secara langsung. Salah satu lokasi yang berfokus pada program homestay adalah Pulau Merah.

pulau-merah-banyuwangi
Pantai Pulau Merah adalah salah satu tempat wisata favorit di Banyuwangi. Di kawan ini pembangunan hotel dilarang.

“Hanya homestay milik warga sekitar yang diberdayakan. Tujuannya agar masyarakat bisa merasakan manfaat kepariwisataan di daerahnya. Hotel tidak boleh di bangun di sini (Pulau Merah), apalagi hotel melati yang berpotensi menjadi tempat prostitusi.”

Untuk mendukung program homestay, telah ditunjuk 17 desa/kelurahan sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal. Tujuh belas kepala desa dan lurah menandatangani perjanjian kesanggupan untuk mengembangkan homestay yang berwawasan lingkungan dan setiap warga. Sejumlah bank BUMN pun digandeng untuk membiayai program tersebut. cho)

 

 

Comments

comments