EcoHelmet: Helm Sepeda Praktis dan Ramah Lingkungan

0
202

NEW YORK, patas.id – Isis Shiffer, seorang gadis lulusan Pratt Institute of Design di New York, menyelesaikan masalah keselamatan bersepeda dengan cerdas. Solusi yang dia tawarkan adalah sebuah produk yang diberi nama EcoHelmet, yakni helm sepeda praktis berwawasan lingkungan yang bisa dilipat dan didaur ulang.

Bersepeda memang tengah menjadi tren di seluruh dunia, terlebih dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya mengurangi polusi kendaraan. Berjuta orang di dunia –termasuk di Indonesia, telah memilih sepeda sebagai alat transportasi mereka sehari-hari. Namun sayangnya, banyak di antara para pegowes (pengendara sepeda) yang tidak memperhatikan unsur keselamatan seperti memakai helm.

Menurut data dari Bicycle Helmet Safety Institute, di Amerika saja lebih dari 800 pegowes yang meninggal dunia akibat kecelakaan sepanjang 2015. Kondisi ini membuat Isis Schiffer prihatin. Karena itu, Isis bekerja keras agar bisa menciptakan helm yang praktis sekaligus berwawasan lingkungan.

Konfigurasi EcoHelmet dibuat menyerupai sarang lebah untuk melindungi kepala dari benturan dan bisa dilipat menjadi seukuran pisang saat tak dipakai. Bahan kertasnya dilapisi cat anti air yang bisa tahan diguyur hujan deras hingga tiga jam. Selain ringan, nyaman, serta ramah lingkungan, EcoHelmet juga benar-benar bisa menjaga keselamatan.

“Aku beruntung pernah kuliah di Royal College of Art dan Imperial College di London selama satu semester, sehingga pihak kampus mengijinkanku memasuki laboratorium mereka. Kebetulan mereka memiliki laboratorium uji benturan berstandar Eropa. Aku menguji EcoHelmet di sana untuk melihat apakah konfigurasi sarang lebah ini kuat serta layak diproduksi.”

Setelah teruji kuat dan layak produksi, Isis Shiffer mengikutsertakan EcoHelmet dalam James Dyson Award 2016 dan menjadi pemenang utama. Jamed Dyson Award adalah sebuah penghargaan yang diberikan pada anak muda yang memiliki inovasi-inovasi di bidang rancang bangun.

ecohelmet2
Isis Shiffer bersama Sir James Dyson bersama-sama menggunakan EcoHelmet, helm praktis yang berwawasan lingkungan. EcoHelmet karya Isis adalah pemenang James Dyson Award 2016.

Sebagai pemenang James Dyson Award, Isis diberi hadiah sebesar $45 ribu untuk mengembangkan produknya. Sir James Dyson, penggagas James Dyson Award sekaligus konglomerat terkemuka Inggris, mengaku sangat terkesan dengan produk EcoHelmet rancangan Isis.

“EcoHelmet menyelesaikan masalah dengan cara yang elegan. Konsepnya nampak sederhana namun didukung hasil riset dan pengembangan produk yang sangat mengesankan. Aku berharap EcoHelmet bisa segera dipakai oleh seluruh pengendara sepeda di dunia.”

Sir James Dyson adalah seorang ilmuwan, penemu, serta pemilik banyak hak paten asal Inggris yang kemudian mendirikan perusahaan Dyson. Menurut Sunday Times Rich List, kekayaan Sir James Dyson pada tahun 2016 ini mencapai £5 milyar atau sekitar 84 triliun. Dengan kekayaannya tersebut, lelaki kelahiran 1947 tersebut mendanai berbagai inovasi rancang bangun yang dilakukan anak muda melalui James Dyson Award yang diadakan setiap tahun sejak 2006.

Kompetisi James Dyson Award bisa diikuti anak-anak muda inovatif (tingkat SMA dan perguruan tinggi) dari berbagai negara yang telah menjalin kerjasama dengan Dyson, di antaranya: Australia, Austria, Belgia, Kanada, China, Perancis, jerman, Hong Kong, Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Belanda, Selandia Baru, Rusia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Inggris, serta Amerika Serikat. Dengan mengikuti kompetisi ini, anak-anak muda kreatif bisa mewujudkan idenya menjadi produk yang bisa dinikmati orang banyak dan diproduksi secara massal.

Kapan EcoHelmet buatan Isis Shiffer bisa dinikmati pegowes Indonesia? Kita lihat saja. (cho)

Comments

comments