Finlandia Hapus Sistem Mata Pelajaran di Sekolah

0
251
graduation students

FINLANDIA, patas.id – Sistem pendidikan di Finlandia dianggap sebagai salah satu yang di dunia. Dalam peringkat sistem pendidikan internasional, Finlandia selalu masuk 10 besar. Namun hal tersebut tidak membuat pemerintah Finlandia berbangga diri. Justru sebaliknya. Baru-baru ini pemerintah melansir kebijakan pendidikan baru yang progresif dan revolusioner, yakni menghapus sistem mata pelajaran di sekolah.

Kepala Departemen Pendidikan Finlandia, Marjo Kyllonen, baru-baru ini mengungkapkan di Helsinki, bahwa takkan ada lagi mata pelajaran fisika, matematika, bahasa/sastra, sejarah, serta geografi di tingkat sekolah menangah tingkat atas Finlandia.

“Ada sekolah-sekolah yang masih menggunakan metode lama dalam sistem pendidikannya. Ini tentunya sangat berguna untuk diterapkan di awal tahun 1990-an. Tapi dunia sudah berubah, kita butuh sistem pendidikan yang lebih cocok diterapkan di abad ke-21.”

Nantinya, alih-alih memperlajari mata pelajaran tertentu, siswa Finlandia akan mempelajari peristiwa dan fenomena dalam format interdisiplin atau lintas mata pelajaran. Contohnya, peristiwa Perang Dunia bisa ditelaah melalui perspektif sejarah, geografi, atau matematika, tergantung minat dan keahlian siswa. Setiap siswa setingkat SMA di sana juga diharuskan “Magang di Cafe” untuk menyerap ilmu ekonomi, pelajaran bahasa, dan ilmu komunikasi secara langsung.

Untuk permulaan, Finlandia akan menerapkan sistem baru ini untuk siswa setingkat SMA.  Gagasan intinya adalah setiap siswa harus memilih topik atau fenomena yang ingin mereka teliti dan pelajari sehingga nantinya akan lulus sebagai tenaga ahli dengan spesialisasi. Dengan sistem ini, siswa tak lagi harus menguasai banyak pelajaran sekaligus untuk lulus sekolah. Siswa yang berminat pada biologi tak harus pusing memikirkan pelajaran sejarah agar bisa lulus. Lebih jauh, sistem ini juga dipandang bisa menghindarkan pendidikan dari kecurangan.

Untuk mendukung sistem progresif ini, format komunikasi guru-siswa juga diubah. Siswa tak harus duduk di kelas menanti diberi tugas namun akan dibentuk menjadi kelompok-kelompok diskusi kecil yang produktif dalam menelurkan solusi. Fungsi guru juga akan berubah menjadi pembimbing dan pengarah.

Untuk sistem pendidikan yang rencananya diluncurkan mulai tahun 2020 ini, pemerintah Finlandia sudah melatih 70% guru-guru sekolah yang nantinya akan menjadi  tiang dalam reformasi pendidikan baru tersebut. Gaji guru-guru pun akan dinaikkan. (cho)

 

Comments

comments