Keluarga Mpep Minta Keadilan Atas Kematian Tak Wajar

0
177

CIANJUR, patas.id – Pihak keluarga Asep Sunarya alias Mpep (25 tahun) berharap otopsi yang dilakukan dapat mengungkap oknum aparat kepolisian yang menyebabkan terduga pelaku 17 kasus kekerasan dan penganiayaan terebut meninggal dunia dengan kondisi tak wajar sekaligus memberikan keadilan atas kematian Mpep.

‎Wiwi Juwita (29 tahun), kakak Mpep, menuturkan bahwa kematian adiknya tersebut tidak wajar dengan banyaknya peluru bersarang di tubuhnya. Apalagi keterangan dari polisi terkait kronologisnya tidak sesuai dengan pengungkapan para saksi.

“Katanya ada baku tembak, tapi tetangga dan saksi tak ada yang mendengar tembakan bertubi-tubi. Hanya sekali itupun tembakan peringatan, kata para saksi.”

Menurut Wiwi di lokasi otopsi, ‎pernyataan pihak kepolisian bahwa Mpep melakukan belasan kekerasan dan penganiayaan tidak sepenuhnya benar. Pasalnya tidak ada satupun korban penganiayaan yang datang dan tak ada bukti jika kekersan tersebut dilakukan oleh Mpep.

“Sering Mpep dijadikan kambing hitam, soalnya ketika di Batam pun ada orang yang bilang Mpep mukulin orang. Jadi harus dibuktikan juga. Dan kalau memang benar itu Mpep, apa harus ditembak di tempat? Kan ada proses hukum,” ujarnya menyesalkan.

Oleh karena itu Wiwi menjelaskan bahwa pihak keluarga meminta keadilan dengan diungkapnya oknum polisi yang tega menghabisi nyawa Mpep dalam proses penangkapannya.

“Kami bukan mau menyalahkan atau menjelekkan polisi, tapi oknum polisi yang membuat nama baik kepolisian jadi buruk. ‎Hasil otopsi ini kami harap bisa mengungkap segalanya.”

‎Makam Asep Sunandar alias Mpep (25 tahun) terduga pelaku 17 kasus kekerasan di Cianjur yang meninggal ditembak dalam proses penangkapan beberapa waktu lalu kembali dibongkar untuk di otopsi, Rabu (16 November2016) pagi. (isl)

Comments

comments