P2TP2A Minta ASN Cabul Dihukum Seberat-beratnya

0
187
young girl is a victim of abduction

CIANJUR, patas.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, meminta tersangka Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pencabulan diberi sanksi setegas-tegasnya.

‎Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Kasus P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indrayani Umar, mengatakan, setiap pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak harus ditindak setegas mungkin, tidak melihat latar belakang keluarga dan jabatan.

“‎Siapapun pelaku kejahatan baik pejabat atau apapun jabatannya dengan alasan apapun harus menerima sanksi tegas, apabila nantinya terbukti secara hukum melakukan tindak pidana atau terbukti melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata dia.

Menurutnya, pemberian sanksi tersebut akan menjadi pembelajaran bagi para pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, agar tidak melakukan tindakan serupa.

“‎Ini akan menjadi cambuk bagi semua pihak, terutama ASN. Mereka harus tahu hukuman berat menanti jika melakukan tindakan pelecehan dan kekerasan seksual. Supaya ke depan tak ada lagi yang melakukannya.”

Menurutnya, saat ini belum ada tempat aman bagi anak-anak dan perempuan. Tidak hanya di tempat PKL, di sekolah, bahkan di rumah sekalipun kejahatan dan kekerasan seksual bisa terjadi.

“Kalau kasus ini tentunya harus berhati-hati me‎milih dan berada di lingkungan manapun apalagi di tempat PKL. Sejatinya kan mereka mencari ilmu dengan praktek langsung, bukannya malah jadi korban pelecehan. Pihak sekolah juga mesti memperhatikan ini, dan mengimbau siswanya.”

Di sisi lain, lanjut Lidya, pihaknya akan melakukan advokasi serta pendampingan bagi para korban pelecehan. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan efek trauma bagi para korban pelecehan seksual.

“Kami lakukan bimbingan. Jika kondisinya memprihatinkan maka diobati juga oleh psikiater. Namun kami harap ke depan tak ada lagi kasus serupa,” tegasnya. (isl)

Comments

comments