3 Siswa Sekolah Tertangkap Bawa Senjata Tajam

0
240

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur mengamankan tiga pelajar SMK di Kabupaten Cianjur yang kedapatan membawa senjata tajam serta minuman keras, Selasa (1 November 2016) siang.

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu, mengatakan, para pelajar itu diamankan saat mengendari angkutan umum (angkum) jurusan Cipanas. Namun pihak kepolisian merasa curiga karena angkum itu melintas bukan pada rutenya, yakni melalui Mapolres Cianjur di jalan KH Abdullah bin Nuh.

“Saat ini kami coba hentikan karena curiga, kenapa angkum jurusan Cipanas melintas ke depan Mapolres Cianjur sambil membawa penumpang pelajar,” tutur Asep saat dihubungi melalui telepon seluler.

Setelah dihentikan, para pelajar yang ada di dalamnya langsung berhamburan ke luar angkum dan melarikan diri. Tetapi tiga pelajar berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengggeledahan di angkum tersebut, lanjut Asep, pihaknya menemukan tiga buah senjata tajam dengan panjang lebih dari 50 centimeter berserta sebotol minuman keras (miras) oplosan.

“Senjata tajamnya berupa samurai buatan dari plat besi dan gobang (gergaji buatan). Kami juga temukan miras di dalam angkum, tapi tak ada yang mengakui milik siapa miras itu.”

Para siswa tersebut kemudian dibawa oleh Satbinmas untuk diberikan pengarahan dan pembinaan. “Para siswa itu nantinya akan dikembalikan setelah dijemput pihak sekolah atau orangtuanya,” kata dia.

Asep mengungkapkan, jika aksi tersebut di luar prediksi, terlebih setelah adanya audiensi di DPRD Kabupaten Cianjur belum lama inimengenai komitmen Pemkab untuk mulai memperketat pengawasan terhadap siswanya dari tindakan tawuran. “Pada kenyataanya di waktu mendekati ujian ini pun ada siswa yang tertangkap membawa senjata tajam,” kata dia.

Polres akan kembali melakukan razia siswa terutama di titik rawan tawuran. “Razia ini bukan mengganggu aktivitas belajar melainkan untuk meberi rasa aman bagi siswa dan warga Cianjur pada umumnya,” tegas Asep seraya menambahkan bahwa seluruh pihak harus kembali serius dalam menangani permasalahan tersebut.

“Ini merupakan yang kesekian kalinya, pada 7 Oktober kami juga menangkap sejumlah siswa karena tawuran sambil membawa senjata tajam. Kami harap orang tua, guru, dan Pemkab turut membantu mengantisipasi tawuran, terlebih dengan menggunakan senjata tajam sebab akibatnya bisa luka sampai kematian,’ pungkasnya. (isl)

Comments

comments