Puluhan Satpol PP Siaga di Pasar Bojongmeron

0
191

CIANJUR, patas.id – Puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Cianjur bersiaga di kawasan Bojongmeron. Bersenjatakan pemukul dan tongkat, mereka bersiaga di setiap titik masuk menuju eks pasar tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para penegak peraturan daerah itu bakal melakukan penertiban terhadap pedagang yang masih membandel berjualan di kawasan tersebut.

Sejak awal 2016, para pedagang Bojongmeron dan Pasar Induk Cianjur sudah direlokasi ke Pasar Induk Pasirhayam. Namun sepinya pasar yang diresmikan 31 Desember 2015 itu membuat para pedagang kembali ke tempat awal, baik di Bojongmeron ataupun di tempat baru, salah satunya di salaeurih.

Eeng Surahman (35 tahun) salah ‎seorang, pedagang eks Pasar Bojongmeron, menolak direlokasi dari tempatnya berjualan saat ini. Sebab penatan pasar di Cianjur masih belum‎ terpusat.

Menurutnya, para pedagang di kawasan tersebut sempat mencoba berjualan di Pasar Induk Pasirhayam (PIP), namun minimnya pengunjung membuat penghasilan mereka terbatas. “Apalagi Pasar Muka masih ada, Salaeurih juga. Jadi masih tersebar, kalau seperti itu kami akan tetap bertahan di sini,” kata dia saat ditemui di lokasi.

Dia menuntut pemerintah untuk segera memusatkan pasar di Cianjur. Di samping itu, rencana pembuatan pasar di wilayah Karangtengah pun mesti dibatalkan.

“Kalau sudah dipusatkan, kami akan dengan sendirinya ke PIP, tidak perlu disuruh atau ditertibkan.”

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Arief Purnawan, menuturkan, alasan tersebut memang kerap dilontarkan para pedagang. Namun aturan harus tetap ditegakkan.Akan tetapi, menurut dia, untuk hari ini penertiban akan ditunda. “Sekarang kami akan audiensi dulu, supaya penertiban lebih humanis,” kata dia.

Rencananya, lanjut Arief, pada pukul 10.00 WIB akan dilakukan audiensi di PIP yang diikuti oleh Disperindag, BPPTPM, Pengurus PIP, dan pedagang Bojongmeron. “Kami akan coba carikan kesepakatan. Mereka sendiri yang akan diminta untuk menentukan kapan waktunya pindah. Jadi kalau dari mereka dan oleh mereka tidak ada unsur paksaan,” kata dia. (isl)

Comments

comments