Pasar Smartwatch Lesu: Ini Penyebabnya!

0
175

PATAS.ID – Pasar smartwatch alias jam tangan cerdas sedang lesu. Berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC), jumlah smartwatch yang terjual dalam 3 bulan terakhir anjlok 51,6% dibanding periode Juli-September tahun lalu.

Saat ini, Apple masih tetap menjadi raja smartwatch dengan menguasai 42% pasar. Namun semakin sedikit orang yang tertarik mebeli jam tangan cerdas, apalagi jika dibandingkan dengan booming smartwach 2015 yang membuat produsen terkemuka seperti Motorola, Garmin, Lenovo, Pebble, dan Samsung berlomba-lomba memproduksi smartwatch baru yang canggih. Tahun lalu, Apple menguasai 70% pasar smartwatch dunia.

Ada beberapa penyebab yang ditengarai menjadi alasan lesunya pasar smartwatch dunia. Salah satunya adalah keputusan Google untuk menahan peluncuran Android Wear 2 ke pasar dunia. Menurut Manajer Riset IDC, Ramon Llamas, hal ini menyebabkan vendor lain seperti Apple untuk juga menahan produk terbarunya, Watch Series 2. Samsung juga melakukan hal yang sama. Rencana meluncurkan Samsung Gear S3 bulan September lalu, dibatalkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Nampaknya, vendor-vendor ini tengah saling intip kekuatan. Jadi, sekarang mereka hanya mengandalkan produk-produk lama mereka untuk melihat respon pasar.”

Di level konsumen, lesunya pasar smartwatch disebabkan oleh menurunnya minat pembeli untuk berburu smartwatch karena dinilai tidak praktis. Banyak konsumen smartwatch yang akhirnya menyadari bahwa produk ini lebih ribet dibanding jam tangan biasa. Kecerdasan smartwatch yang selama ini didengung-dengungkan berbanding lurus dengan kerepotan untuk mengisi ulang baterai, memakai tangan lain untuk memijit, dan lain sebagainya.

Adam L. Zein, salah seorang pemakai smartwatch Microsoft Band, menyatakan bahwa smartwatch adalah produk modern yang tak masuk akal.

“Aku telah memakai smartwatch selama berbulan-bulan. Awalnya aku sangat senang mengetahui bahwa ada jam tangan yang juga bisa dipakai untuk memutar MP3, sebagai asisten pribadi, sekaligus fitness tracker. Namun setelah mengalami sendiri berbagai kerepotan yang disebabkan smartwatch dibanding jam tangan klasik, aku berubah pikiran.”

pasar-smartwatch-lesuData lebih jelas mengenai lesunya pasar smartwatch dunia bisa dilihat dalam tabel berdasar survey yang dibuat oleh ICD pada gambar di atas. Sebagai informasi, penjualan produk-produk seperti earwear, wristband, dan pakaian dari vendor yang sama tidak dimasukkan ke dalam penghitungan. (cho)

Comments

comments