1000 Kera dan Anjing Liar Diracun Untuk Atasi Rabies

0
30

CIANJUR, patas.id – Selama kurun waktu Januari hingga Oktober 2016, sekitar seribu ekor kera dan anjing liar diracun untuk mengantisipasi penyebaran rabies di Kabupaten Cianjur. Pasalnya, tahun ini, warga yang digigit hewan yang terkena rabies meningkat dibandingkan tahun lalu.

Kepala Seksi Bina Kesehatan Ikan dan Hewan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur, Agung Rianto, menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya menggencarkan pemusnahan hewan yang terjangkit rabies di Kabupaten Cianjur. Pasalnya pada tahun lalu, rabies banyak menelan korban jiwa.

“Tahun lalu sekitar 13 orang digigit hewan penular rabies, tiga orang di antaranya meninggal dunia. Tahun ini pun ada 20 orang yang tergigit dari Januari sampai Oktober. Makanya digencarkan penanganan rabies.”

Menurut Agung, untuk menangani rabies bisa dilakukan dengan dua cara, yakni vaksinasi dan eliminasi atau meracun hewan penular rabies. Dari kedua itu, eliminasi dinilai lebih efektif, meskipun kerap berbenturan dengan aktivis yang peduli terhadap hewan. “Di satu sisi memang hewan perlu dilindungi dan diperlakukan secara baik, tapi di sisi lain hewan yang terkena rabies ini mengancam keselamatan warga.”

Agung menambahkan, kebanyakan hewan penular rabies tidak berpemilik. Akibatnya ketika mengigit, tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab. “Itu juga yang menjadi faktor kami melakukan eliminasi,” ungkapnya. Di samping itu, menurut Agung, DPPK Kabupaten Cianjur juga telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota lain dalam menangani hewan penular rabies. Tetapi kondisi geografis sering menghambat upaya tersebut.

“Sudah kami lakukan koordinasi bahkan upaya bersama. Tapi daerah seperti Naringgul, Takokak, dan Pasirkuda yang berbatasan dengan Bandung sulit untuk dijangkau, beda halnya dengan Cikalongkulon yang berbatasan dengan Purwakarta, itu lebih mudah aksesnya,” kata dia. (isl)