Dokumen 5 Korban Trafficking Ternyata Ilegal

0
207
JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto TKI MUDIK-Penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur-Solo tiba di bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Selasa (23/8). Memasuki pekan terakhir bulan Ramadan, sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) mulai mudik ke kampung halaman.

CIANJUR, patas.id – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi‎ (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur menyatakan, dokumen berupa paspor dan visa yang digunakan oleh lima warga Cianjur yang hampir menjadi korban trafficking ke Timur Tengah ternyata ilegal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Bina Usaha Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Ahmad ubaidilah. Menurutnya, tidak ditempuhnya langkah pendaftaran secara prosedural membuat dokumen yang digunakan tidak sesuai.

“Harusnya kan dokumen untuk bekerja, yang mereka gunakan untuk umum atau sekedar kunjungan dan ‎wisata.”

Ubai menjelaskan, moratorium pemberangkatan TKI ke 13 negara di Timur Tengah masih berlaku, namun hanya bagi mereka yang bekerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga dan lainnya yang bukan pada perusahaan. “Mereka ini rencananya ke sektor formal, cleaning service di suatu perusahaan. Jadi sebenarnya diperbolehkan.”

Namun tidak sesuainya dokumen menjadi permasalahan dan menimbulkan kecurigaan Dinsosnakertrans. Bahkan dikhawatirkan, lima warga Cianjur berinisial MM (35), YN (30), EN (29), SS (34), dan SR (31) tersebut jadi korban trafficking.

“Kalau dokumennya tidak resmi dan jasa pemberangkatannya juga tak terdaftar, bisa dikategorikan ini sebagai trafficking,” kata dia. (isl)

Comments

comments