Petani Cipanas Membabat Kebun Cabai Tanjung

0
248
TANAMAN CABE MERAH RUSAK

CIANJUR, patas.id – Petani di Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas terpaksa membabat habis tanaman cabai tanjung yang mereka tanam sejak empat bulan lalu. Padahal, 20 ribu tangkai tanaman di lahan seluas empat hektare tersebut baru dipanen sekali.

“Dibabat saja, tanamannya sudah tidak produktif dan cabai banyak yang busuk di tangkai,” ujar  Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agrojaya, Lili Hambali, Kamis (13 Oktober).

Menurut Lili, busuknya cabai itu akibat cuaca yang buruk. Hujan sering  turun di kaki Gunung Gede-Pangrango mulai sore hingga malam, dan hampir terjadi setiap hari.

“Padahal jika cuaca sedang baik, tanaman cabai bisa bertahan hingga sembilan bulan atau setahun, serta bisa dipanen empat kali dalam sebulan.”

Menurut Lili, biasanya dalam sekali panen bisa menghasilkan tiga ton cabai tanjung dan tanaman bisa bertahan selama 12 bulan sejak pertama kali dipanen. Lahan seluas empat hektare bisa menghasilkan 144 ton cabai. Namun musim tanam cabai tahun ini harus berakhir karena sejak pertama kali panen pun, hanya 33 persen cabai yang kualitasnya baik.

“Bisa dipaksakan dijual tapi kualitas cabainya kecil dan itu sangat berpengaruh ke harga. Jika normal Rp 30 ribu per kilogram dari petani, ukuran cabai yang kecil bisa membuat harga turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram,” keluhnya. (isl)

Comments

comments