Pelaku Pencabulan Diringkus Polsek Cugenang

0
188

PATAS.ID, Cianjur – Kepolisian Sektor Cugenang meringkus Robi Sugara (25 tahun), Kamis (6 Oktober) di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur karena tindakan cabul yang dilakukannya terhadap seorang bocah berusia lima tahun bernama Anyelir (bukan nama sebenarnya).

Kapolsek Cugenang, Kompol Iwan Mustawan menjelaskan, peristiwa pencabulan itu terjadi ketika pria yang merupakan anggota kelompok khuruj (santri pengembara) itu hendak membeli rokok di sebuah warung di Desa tersebut.

Nahas, sang pemilik warung sedang tidak ada dan Robi menemukan Anyelir sedang tertidur pulas di warung tersebut. “Digendonglah Anyelir untuk dibawa ke belakang rumah tepat di belakang warung tersebut. Celana sang anak dipelorotkan dan kemaluan pelaku digesek-gesekan ke kemaluan korban,” ujar Iwan di Mapolsek Cugenang seraya menyebutkan bahwa pelaku mencapai klimaks.

Setelah melakukan aksinya, Robi memakaikan kembali celana korban dan langsung pergi. Korban yang menangis, ujar Kapolsek, mengundang tanya orangtuanya. “Warga yang curiga dengan gerak-gerik pelaku langsung mencarinya. Melihat pelaku sudah berada di dalam angkot, warga mencegat dan menghakiminya tapi beruntung tidak sampai terluka parah,” tambah Iwan.

Polisi langsung mengamankan pelaku dan melakukan visum kepada Anyelir. Namun menurut Iwan, hasil visum menunjukan tidak ada luka di vagina korban. “Kini korban sudah di tempat yang aman bersama orangtuanya, kami juga sudah menghubungi badan terkait di Pemerintah Kabupaten untuk mengobati traumatiknya,” ujar Iwan.

Opick (40 tahun) warga yang turut mengejar pelaku, mengaku melihat Robi masuk ke dalam angkot untuk kabur.

“Saya curiga karena dia orang yang tak dikenal dan memakai baju koko. Saya hentikan angkot dan marah-marah. Tiba-tiba pelaku mau loncat dari angkot dan saya rampas pakaianya sehingga langkahnya terhenti.”

Menurut Opick, dia membawa pelaku ke hadapan si anak. Begitu anak itu mengangguk setelah ditanya apakah pria kucel tersebut pelakunya, warga yang sudah berkumpul tak bisa ditahan amarahnya. “Kejadiannya pukul 12.00 WIB, selepas dzuhur,” ujarnya.

Roby yang mengaku berasal dari Jakarta menyatakan khilaf telah melakukan hal bejat itu. Dia mengaku tergoda dengan pantat sang anak yang masih mengenakan baju seragam TK itu.

“Saya hanya meraba-raba sampai klimaks. Kejadiaanya 10 menit sebelum dzuhur, begitu dzuhur tiba saya sudah meninggalkan anak itu untuk kabur.”

Robi sudah 5 hari tinggal di Desa Sukamanah dan sering tidur di tiga buah masjid di desa tersebut. Menurutnya, dia datang bersama sepuluh temannya. Namun, kesepuluh temannya itu sudah kembali ke Jakarta terlebih dahulu. “Saya malu melakukan hal itu,” ujarnya seraya tertunduk di sudut ruangan pemeriksaan.

Dari pelaku, polisi mengamanakan sejumlah barang bukti berupa celana, tas dan baju yang dipakai tersangka saat melakukan aksinya. Akibatnya, Robi dijerat Undang-undang nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (ken)

Comments

comments