Blanko E-KTP Akan Tersedia November Mendatang

0
187

PATAS.ID, Cianjur – Tidak tersedianya blanko e-KTP di Kabupaten Cianjur diperkirakan bakal terjadi sampai November mendatang. Akibatnya, proses pencetakan tidak bisa dilakukan sehingga antrean e-KTP akan terus bertambah panjang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch. Ginanjar. Menurutnya, blanko e-KTP baru akan tersedia bulan depan dan didapat langsung dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kami sudah koordinasi dan hasilnya seperti itu. Jadi sebulan ke depan, blanko e-KTP dipastikan kosong,” ujar Ginanjar saat ditemui di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (3 Oktober).

Menurut Ginanjar, tidak tersedianya blanko membuat pencetakan tidak bisa dilakukan. Tetapi berdasarkan surat edaran dari Kemendagri, Disdukcapil akan mengeluarkan surat keterangan sebagai penganti sementara e-KTP.

“Pengeluaran Surat Keterangan Pengganti e-KTP sudah kami lakukan sejak Jumat (30 September) lalu. Tapi untuk pastinya berapa surat yang keluar kami tidak bisa tentukan. Sebab tergantung ajuan. Kalau yang mau silahkan membuat. Fungsinya sama dengan KTP, dan berlaku untuk administrasi di bank, BPJS, dan lainnya.”

Tidak tersedianya blanko ini tentu membuat antrean e-KTP akan bertambah panjang. Hingga saat ini, warga yang sudah melakukan perekaman‎ tercatat mencapai 72 ribu orang, dengan rincian 11 ribu data ready record, 32 ribu siap cetak, dan selebihnya masih dalam proses verifikasi data di server pusat.

“Jumlahnya sudah banyak. Jika blankonya ada pun, dengan lima mesin yang mampu mencetak sehari lima ratus keping, maka membutuhkan waktu lebih dari tiga pekan,” tegas Ginanjar.

Antrean warga yang akan membuat e-KTP meluber hingga keluar kantor.
Antrean warga yang akan membuat e-KTP meluber hingga keluar kantor.

Jumlah tersebut akan bertambah lebih dari 50 persen jika bulan ini Kemendagri tak segera melakukan penyediaan b‎lanko. Pasalnya dalam sehari warga yang melakukan perekaman mencapai 800 sampai 1.200 orang.

“Sebulan ditaksir 30 ribuan penduduk yang melakukan perekaman, baik yang datang langsung ke kantor Disdukcapil ataupun ke Kecamatan,” papar Ginanjar seraya menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 120 ribu penduduk Cianjur yang belum melakukan perekaman.

“Bulan lalu ada sekitar 200 ribu, kami percepat perekaman untuk mendukung program Kemendagri, tapi juga harus didukung oleh ketersediaan blanko.”

Ginanjar berharap penyediaan blanko bisa dilakukan secepatnya dengan jumlah yang sesuai kebutuhan.”Memang di satu sisi, ada warga yang terlalu berleha-leha membuat e-KTP, sebab program ini dijalankan beberapa tahun lalu. Tapi kami harap Kemendagri tidak melihat sisi tersebut dan menyediakan blanko sesuai kebutuhan,” tuturnya. (isl)

Comments

comments